Punya 77 Juta Follower, Akun Pro-Israel Ditutup Facebook

  • Bagikan

Eranasional.com – Facebook menutup akun pro-Israel dengan 77 juta pengikut di tengah klaim bahwa mereka telah menjadi sasaran Muslim radikal yang memposting pidato kebencian.

Seperti dilaporkan Dailymail, Rabu (19/5/2021), akun Facebook “Jerusalem Prayer Team” memiliki lebih dari 75 juta pengikut. Halaman “Tim Doa Yerusalem didirikan pada 2002 dan merupakan halaman Facebook Kristen terbesar. Tapi akun itu ditutup oleh Facebook pada Jumat karena spam, dan perilaku tidak autentik.

Baca Juga :   Kominfo Minta Penyelenggara Telekomunikasi Batasi Layanan Internet Pada Hari Raya Nyepi

Mike Evans, pembuat akun mengklaim bahwa kritikus halaman memposting lebih dari satu juta komentar dan kemudian membantah melakukannya. Komentar itu menandai pesan akun sebagai spam.

Berbicara kepada Christian Broadcasting Network (CBN), Evans mengklaim ada upaya terorganisasi oleh organisasi Islam radikal untuk mencapai tujuan itu.

“Mereka memposting lebih dari satu juta komentar di situs kami, dan kemudian meminta orang-orang menghubungi Facebook mengatakan bahwa mereka tidak pernah memposting ke situs tersebut. Itu benar-benar penipuan dan penipuan. Itu adalah rencana yang sangat cerdik dan menipu oleh para radikal Islam,” tambahnya.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Sedang Meninjau Bukit Soeharto di Kalimantan Timur

Evans juga menambahkan bahwa postingan tersebut menyertakan komentar anti-Semit, seperti foto dan kutipan oleh Adolf Hitler, yang mungkin telah memicu filter Facebook.

“Kami menghapus halaman Facebook Tim Doa Yerusalem karena melanggar aturan kami terhadap spam dan perilaku tidak autentik,’ dengan perusahaan juga mengatakan kasus itu ‘lengkap’,” kata orang juru bicara raksasa media sosial.

Baca Juga :   Bertahun - Tahun Gratis, Aplikasi Whatsapp Kini Berbayar ?

Evans tidak memberikan bukti atas klaimnya. Tetapi pendiri halaman tersebut mengatakan bahwa grup tersebut telah mengajukan banding ke Facebook untuk memulihkan akun. ***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *