Rasakan Dampak Positif, Warga Pekalongan Dukung Konservasi Mangrove

  • Bagikan

Pekalongan – Warga Pesisir Utara, Kelurahan Kandang Panjang Kota Pekalongan merasakan dampak positif adanya hutan mangrove.

Dengan adanya hutan mangrove, mereka mendapatkan perlindungan terhadap kenaikan permukaan air laut seperti rob.

“Alhamdulillah, dampak positif dari penggalakan program penataan lingkungan dengan menanam mangrove sudah dirasakan oleh masyarakat,” kata Suwitno, Ketua Kandang Panjang (Kapa) Asri saat ditemui eranasional, Rabu (27/10/2021).

“Diantaranya bisa menanggulangi kenaikan air laut ke daratan, rob,” lanjut Suwitno.

Saat ini, dirinya bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), warga Kelurahan Kandang Panjang serta dibantu Mahasiswa-Mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Semarang tengah fokus upaya penataan lingkungan, terutama penanaman dan pemeliharaan hutan mangrove.

Baca Juga :   Cegah Covid-19 di Kota Pekalongan, Petugas Gabungan Semprotkan Disinfektan Massal

Karena program penanaman 1.000 mangrove yang sudah dilakukan sekitar empat tahun lalu, saat ini beberapa pohon ada yang mati.

Untuk itu, warga pesisir utara sangat mendukung jika nantinya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Australian accredited non-government organisations (NGOs Australia) menunjuk wilayah pesisir utara sebagai lokasi konservasi mangrove.

Sementara itu Lurah Kandang Panjang, Amat Fauzan mengatakan bahwa penunjukan pesisir utara sebagai lokasi konservasi mangrove sejalan dengan rencana pemerintah kota yang saat ini sedang menggarap Taman Wisata Air Pekalongan.

Baca Juga :   SMK Nuurul Bayan Bagikan Paket Sembako Ke Dhuafa Yang Terdampak Corona

“Kami memiliki Kapa Asri, KIM serta masyarakat yang peduli terhadap lingkungan terutama konservasi hutan mangrove. Oleh karena itu, penunjukan lokasi konservasi bisa membantu persoalan yang dihadapi warga pesisir, terutama Kandang Panjang,” kata Fauzan.

“Saat ini Kelurahan Kandang Panjang termasuk wilayah yang mengalami penurunan tanah sehingga mudah terjadi banjir dan rob,” lanjutnya.

Fauzan bersyukur, dengan adanya tanggul raksasa yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat, 90 persen wilayah Kandang Panjang terbebas dari rob.

Baca Juga :   Seorang Perempuan Dibakar Hidup-hidup di Sukabumi

‚ÄúTidak hanya rob saja, ada bencana banjir juga. Ini yang harus diantisipasi masyarakat dengan mempedulikan lingkungan sekitar. Karena kita posisinya di pesisir utara, maka kami tanam mangrove,” ujar Fauzan.

Fauzan juga menambahkan, selain untuk mencegah bencana, adanya hutan mangrove bisa menciptakan ekowisata.

“Hutan mangrove juga menyediakan lingkungan yang kaya untuk kegiatan seperti olahraga memancing, bersampan, dan wisata mengamati burung. Sehingga bisa menghasilkan pendapatan bagi penduduk lokal,” pungkasnya. (em-aha)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *