<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Darurat Sampah &#8211; Eranasional.com</title>
	<atom:link href="https://eranasional.com/tag/darurat-sampah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://eranasional.com</link>
	<description>Jujur, terupdate dan profesional</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 02:51:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://eranasional.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-WhatsApp-Image-2022-02-09-at-12.56.02-32x32.jpeg</url>
	<title>Darurat Sampah &#8211; Eranasional.com</title>
	<link>https://eranasional.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peduli Sampah, PWI Kota Pekalongan Diganjar Penghargaan</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/98226/peduli-sampah-pwi-kota-pekalongan-diganjar-penghargaan</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/98226/peduli-sampah-pwi-kota-pekalongan-diganjar-penghargaan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 02:51:40 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[HPN 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Kota Pekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/98226/peduli-sampah-pwi-kota-pekalongan-diganjar-penghargaan</guid>

					<description><![CDATA[Tegal, ERANASIONAL.COM – Kepedulian terhadap persoalan sampah mengantarkan PWI Kota Pekalongan meraih penghargaan dari PWI Provinsi Jawa Tengah. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi nyata insan pers dalam aksi peduli lingkungan di tengah situasi darurat sampah. Penghargaan diserahkan Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana, kepada Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi. Momen tersebut berlangsung dalam resepsi HPN [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tegal, ERANASIONAL.COM – </strong>Kepedulian terhadap persoalan sampah mengantarkan PWI Kota Pekalongan meraih penghargaan dari PWI Provinsi Jawa Tengah. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi nyata insan pers dalam aksi peduli lingkungan di tengah situasi darurat sampah.</p>
<p>Penghargaan diserahkan Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana, kepada Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi. Momen tersebut berlangsung dalam resepsi HPN 2026 tingkat Jawa Tengah yang dirangkaikan dengan HUT ke-80 PWI di Pendopo Balai Kota Tegal, Sabtu (14/2/2026) malam.</p>
<p>Pengakuan itu tak lepas dari aksi bersih-bersih Lapangan Sorogenen yang digelar pada Januari lalu. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa wartawan tak hanya menyuarakan isu, tetapi juga turun langsung menjadi bagian dari solusi.</p>
<p>Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga komunitas masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini memperlihatkan semangat gotong royong dalam menjawab persoalan lingkungan.</p>
<p>Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan, capaian itu merupakan hasil kebersamaan dan kepedulian semua pihak.</p>
<p>“Terima kasih kepada PWI Jawa Tengah atas penghargaan ini. Penghargaan ini bukan hanya milik PWI, tetapi seluruh stakeholder yang terlibat. Semoga menjadi pemicu untuk terus menjaga kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.</p>
<p>Semangat serupa juga mewarnai peringatan HPN 2026 Jateng. Pada puncak acara, digelar penanaman pohon di lereng Gunung Slamet bertema “Save Slamet Mountain, Save Guci Tourism”.</p>
<p>Selain PWI Kota Pekalongan, sejumlah PWI daerah lain turut menerima penghargaan. Di antaranya PWI Kabupaten Pekalongan, Blora, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal atas kinerja dan kontribusi organisasi di daerah masing-masing. (em-aha)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/98226/peduli-sampah-pwi-kota-pekalongan-diganjar-penghargaan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-15-at-19.22.11.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1280"
				height="960">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[WhatsApp Image 2026-02-15 at 19.22.11]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-15-at-19.22.11-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>FGD Potensi Kerawanan Sosial Akibat Sampah</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/90183/fgd-potensi-kerawanan-sosial-akibat-sampah</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/90183/fgd-potensi-kerawanan-sosial-akibat-sampah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2025 13:53:48 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[fgd]]></category>
		<category><![CDATA[FKDM]]></category>
		<category><![CDATA[Kesbangpol]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Konflik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/90183/fgd-potensi-kerawanan-sosial-akibat-sampah</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Permasalahan sampah bukan hanya isu lingkungan semata, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Pekalongan, Tubagus Surur dalam Forum Group Discussion (FGD) tentang “Potensi Kerawanan di Masyarakat Akibat Sampah” bertempat di Aula Kecamatan Pekalongan Utara, Senin (28/7/2025). Tubagus menekankan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pekalongan, <strong>ERANASIONAL.COM</strong> – Permasalahan sampah bukan hanya isu lingkungan semata, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial di tengah masyarakat.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Pekalongan, Tubagus Surur dalam Forum Group Discussion (FGD) tentang “Potensi Kerawanan di Masyarakat Akibat Sampah” bertempat di Aula Kecamatan Pekalongan Utara, Senin (28/7/2025).</p>
<p>Tubagus menekankan, bahwa FGD ini bertujuan untuk mengurai persoalan sampah secara bersama-sama dan membangun kekuatan kolektif masyarakat dalam menghadapinya.</p>
<p>“Sampah ini bisa jadi booming dan menjadi isu nasional, seperti yang terjadi menjelang lebaran kemarin. Rasulullah SAW, bersabda bahwa orang muslim itu ibarat satu bangunan yang saling menguatkan. Maka, kita pun harus saling menguatkan dalam menghadapi persoalan ini,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, sampah bukan semata-mata barang atau benda yang dirasa sudah tidak kita perlukan lagi lalu dibuang. Akan tetapi, kita juga harus mempelajari dan menemukan nilai serta fungsi sampah itu secara maksimal.</p>
<p>“Untuk itu, persoalan sampah perlu kita bicarakan dan diselesaikan secara musyawarah terutama pada FGD ini agar tidak menimbulkan prasangka buruk (su’udzon) di masyarakat. Kita perlu masukan atau pendapat dari warga, khususnya warga Kecamatan Pekalongan Utara,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Pekalongan Utara, Wismo Adityo, menyampaikan bahwa mencintai kota berarti juga merawatnya termasuk dalam hal penanganan sampah.</p>
<p>Ia mengapresiasi peran aktif masyarakat Pekalongan Utara yang telah berkontribusi dalam mengurangi permasalahan sampah di wilayahnya.</p>
<p>“FGD ini menjadi instrumen bagi pemerintah untuk memahami perspektif masyarakat terkait persoalan sampah. Kami bersyukur kondisi wilayah Pekalongan Utara sudah lebih baik, dan ini tidak lepas dari kepedulian warganya,” kata Wismo.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, pihaknya juga telah mengusulkan pembangunan tiga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) baru berkapasitas besar.</p>
<p>TPS3R tersebut direncanakan berada di Rusunawa Panjang Baru, eks pasar darurat Padukuhan Kraton, dan Jalan Labuhan di Degayu. Sementara itu, TPS3R di Rusunawa Krapyak telah berjalan dan dilengkapi dengan incinerator.</p>
<p>“Ini adalah bentuk mitigasi kami untuk mencegah potensi gejolak atau polemik yang bisa muncul akibat permasalahan sampah. Kata kuncinya adalah cinta, memiliki, dan merawat. Bila kita semua mencintai Kota Pekalongan, maka persoalan sampah ini pun bisa kita selesaikan bersama,” ujarnya.</p>
<p>FGD ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan aman dari potensi kerawanan sosial akibat sampah.</p>
<p>FGD ini digelar oleh FKDM bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekalongan yang dihadiri oleh oleh tokoh masyarakat Kecamatan Pekalongan Utara.</p>
<p>Turut hadir sebagai narasumber yakni, Camat Pekalongan Utara, Wismo Adityo dan Kepala Kesbangpol Kota Pekalongan, M Taufiqu Rochman. (em-aha)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/90183/fgd-potensi-kerawanan-sosial-akibat-sampah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/08/20250728_141228-scaled-e1754034933875.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1694"
				height="900">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[20250728_141228]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/08/20250728_141228-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Antisipasi TPA Degayu Ditutup Permanen, DPUPR Kota Pekalongan Bangun TPS3R</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/89816/antisipasi-tpa-degayu-ditutup-permanen-dpupr-kota-pekalongan-bangun-tps3r</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/89816/antisipasi-tpa-degayu-ditutup-permanen-dpupr-kota-pekalongan-bangun-tps3r#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 01:12:26 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Dana Alokasi Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian LH]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[tpa degayu]]></category>
		<category><![CDATA[TPS3R]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/89816/antisipasi-tpa-degayu-ditutup-permanen-dpupr-kota-pekalongan-bangun-tps3r</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Untuk mengantisipasi penutupan TPA Degayu secara permanen oleh Kementerian Lingkungan Hidup, DPUPR Kota Pekalongan menargetkan pembangunan beberapa Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) bisa selesai dan segera beroperasi. Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Bambang Sugiharto, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/7/2025), menjelaskan bahwa,  pembangunan TPS-3R tahun ini akan didanai dari Dana Alokasi Khusus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, ERANASIONAL.COM</strong> – Untuk mengantisipasi penutupan TPA Degayu secara permanen oleh Kementerian Lingkungan Hidup, DPUPR Kota Pekalongan menargetkan pembangunan beberapa Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) bisa selesai dan segera beroperasi.</p>
<p>Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Bambang Sugiharto, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/7/2025), menjelaskan bahwa,  pembangunan TPS-3R tahun ini akan didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK).</p>
<p>“Tugas DPUPR adalah menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, sementara pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelasnya.</p>
<p>Adapun tiga lokasi yang akan dibangun TPS-3R meliputi di Kelurahan Degayu (Jalan Labuhan), dimana akan dilokasi itu dibangun untuk mendukung pengolahan sampah di sekitar wilayah Degayu yang saat ini sudah cukup padat dan dekat dengan TPA.</p>
<p>Lokasi selanjutnya di dekat Rusunawa Panjang (melayani Panjang Wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru).</p>
<p>&#8220;Lokasi ini dipilih karena selama ini sampah dari wilayah tersebut dikumpulkan sementara di lahan dekat kantor Kecamatan Pekalongan Utara, sebelum diangkut ke TPA Degayu,” kata Bambang.</p>
<p>Selain itu, TPS-3R juga dibangun di Kelurahan Padukuhan Kraton (sebelah parkir RSUD Kraton). TPS-3R ini akan melayani wilayah Bandengan, Pabean, Kraton, Kramatsari, dan Pasirsari yang memiliki volume sampah tinggi dan minim fasilitas pengolahan.</p>
<p>Bambang menyebut, masing-masing TPS-3R akan dilengkapi dengan hanggar, conveyor, dan mesin pemilah sampah, serta ditaksir menghabiskan anggaran sekitar Rp1,4 miliar. Proses pengadaan ditargetkan mulai minggu depan setelah melalui tahapan perencanaan dan sosialisasi.</p>
<p>“Apakah ini menyelesaikan masalah secara keseluruhan? Tentu belum. Tapi ini langkah konkret dalam progres penanganan sampah di Kota Pekalongan, terutama dengan anggaran yang terbatas,” ujar Bambang.</p>
<p>Untuk menyamakan persepsi dan membangun kesadaran kolektif, nantinya akan digelar sosialisasi pada Jumat, 4 Juli 2025 di Kecamatan Pekalongan Utara. Sosialisasi ini akan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dari masing-masing kelurahan, perangkat RT/RW, dan para lurah.</p>
<p>Diharapkan forum ini dapat menyelaraskan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga dan pembangunan TPS-3R tersebut untuk membantu mengatasi persoalan sampah.</p>
<p>“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dari pemerintah, tetapi harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Oleh karena itu, sejak awal, lurah sudah diminta untuk mencari lahan dan berdiskusi dengan warga setempat,” imbuhnya.</p>
<p>Pembangunan TPS-3R ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah Kota Pekalongan menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan mandiri.</p>
<p>&#8220;Pembangunan TPS-3R ini sekaligus sebagai upaya antisipatif menjelang penutupan TPA Degayu,&#8221; tukasnya. (em-aha)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/89816/antisipasi-tpa-degayu-ditutup-permanen-dpupr-kota-pekalongan-bangun-tps3r/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/07/DSC09199-e1753049594804.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1422"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[DSC09199]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/07/DSC09199-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bank Sampah Jadi Solusi, Masyarakat Harus Mulai Sadar Kondisi</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/88580/bank-sampah-jadi-solusi-masyarakat-harus-mulai-sadar-kondisi</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/88580/bank-sampah-jadi-solusi-masyarakat-harus-mulai-sadar-kondisi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 08:22:52 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Kelola Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilah Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/88580/bank-sampah-jadi-solusi-masyarakat-harus-mulai-sadar-kondisi</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Kelurahan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan selama ini belum memiliki TPS3R, kondisi darurat sampah membuat semua pihak harus bergerak untuk bijak mengelola sampah. Sebagai solusi mengatasi permasalahan sampah, Pokja Perubahan Iklim (PI) Kelurahan Padukuhan Kraton membentuk dan aktif mengelola bank sampah. Lurah Padukuhan Kraton, Widya Putry Nugroho mengungkapkan bahwa Pokja PI fokus terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, ERANASIONAL.COM</strong> – Kelurahan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan selama ini belum memiliki TPS3R, kondisi darurat sampah membuat semua pihak harus bergerak untuk bijak mengelola sampah.</p>
<p>Sebagai solusi mengatasi permasalahan sampah, Pokja Perubahan Iklim (PI) Kelurahan Padukuhan Kraton membentuk dan aktif mengelola bank sampah.</p>
<p>Lurah Padukuhan Kraton, Widya Putry Nugroho mengungkapkan bahwa Pokja PI fokus terhadap lingkungan, karena tak memiliki TPS3R tentu harus mencari solusi alternatif untuk mengelola sampah. Pembentukan Bank Sampah menjadi salah satu jawaban untuk mengatasi masalah ini.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya Bank Sampah, masyarakat didorong untuk mengelola sampah sendiri dan memilah sampah yang dapat didaur ulang. Ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Disebutkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat Bank Sampah dan bagaimana mereka bisa berpartisipasi.</p>
<p>&#8220;Kami selalu upadate di media sosial untuk jadwal dan harga sampah, selain itu juga kami sebarkan ke grup-grup RT dan RW,&#8221; jelasnya saat ditemui di Kelurahan Padukuhan Kraton, Selasa (27/5/2025).</p>
<p>Untuk jadwal Bank Sampah dibuka tiap Jumat pukul 08.00-10.00 dan Minggu pukul 08.00-11.00. Meskipun nasabah belum banyak diharapkan partisipasi aktif dari masyarakat, sehingga program ini bisa berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.</p>
<p>&#8220;Untuk operasional ada lima orang yang berjaga melayani nasabah Bank Sampah. Lima orang ini juga bertugas memilah sampah. Kendati demikian beberapa orang lainnya juga terlibat membantu,&#8221; bebernya.</p>
<p>Salah satu nasabah Bank Sampah Pokja PI Padukuhan Kraton, Sri Mulyani melakukan setor sampah ke Bank Sampah dengan membawa berbagai jenis sampah yang telah dipilah sebelumnya, seperti plastik, minyak jelantah, dan kardus.</p>
<p>&#8220;Sampah yang saya bawa memang tidak banyak tapi adanya Bank Sampah ini saya merasa sangat terbantu,&#8221; katanya. (em-aha)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/88580/bank-sampah-jadi-solusi-masyarakat-harus-mulai-sadar-kondisi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/06/0204be99-ffa3-45c5-82cc-62ba84d24616.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1280"
				height="720">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[0204be99-ffa3-45c5-82cc-62ba84d24616]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/06/0204be99-ffa3-45c5-82cc-62ba84d24616-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>TPST Mitra Brayan Resik Atasi Masalah Sampah di Kota Pekalongan</title>
		<link>https://eranasional.com/88571/tpst-mitra-brayan-resik-atasi-masalah-sampah-di-kota-pekalongan</link>
					<comments>https://eranasional.com/88571/tpst-mitra-brayan-resik-atasi-masalah-sampah-di-kota-pekalongan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 01:36:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Daur Ulang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilah Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[TPST Brayan Resik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eranasional.com/88571/tpst-mitra-brayan-resik-atasi-masalah-sampah-di-kota-pekalongan</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Suara mesin pengolah sampah bergemuruh diiringi tangan-tangan lincah para pekerja yang memilah sampah. Sampah organik dikelompokkan dengan yang organik untuk dibuat pupuk dan maggot. Kemudian sampah anorganik seperti plastik dikelompokkan dengan sampah sejenis. Ini bukan pekerjaan kotor, meskipun tangan harus memegang sampah yang kotor bersama udara yang tak sedap, pekerjaan ini adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, ERANASIONAL.COM</strong> – Suara mesin pengolah sampah bergemuruh diiringi tangan-tangan lincah para pekerja yang memilah sampah.</p>
<p>Sampah organik dikelompokkan dengan yang organik untuk dibuat pupuk dan maggot. Kemudian sampah anorganik seperti plastik dikelompokkan dengan sampah sejenis.</p>
<p>Ini bukan pekerjaan kotor, meskipun tangan harus memegang sampah yang kotor bersama udara yang tak sedap, pekerjaan ini adalah pekerjaan mulia.</p>
<p>Di tengah kondisi Kota Pekalongan yang darurat sampah ini mereka terus mengeluarkan keringatnya mengolah sampah dan bukti peduli dengan lingkungan.</p>
<p>Ada 19 orang pekerja yang memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mitra Brayan Resik di Kota Pekalongan. Mereka memilah sampah sejak pukul 8 pagi sampai 4 sore.</p>
<p>&#8220;Setiap harinya dengan 19 orang pekerja dan 2 mesin, kami mampu memilah sampah organik dan anorganik sekitar 5 ton per hari,&#8221; terang Koordinator Pengelolaan Sampah TPST Mitra Brayan Resik, Tobiin, Selasa (20/5/2025).</p>
<p>Dijelaskan, di TPST Mitra Bayan Resik sampah yang masuk masih tercampur. TPST memilah sampah organik untuk digiling menjadi pupuk dan maggot.</p>
<p>&#8220;Sampah plastik, botol plastik yang ada nilai ekonominya dikumpulkan untuk di daur ulang. Harapannya masyarakat Kota Pekalongan sudah memilah sampah dari rumah untuk memudahkan kami mengolah sampah,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Bank Sampah Kota Pekalongan, Abdul Mukti mengaku bank sampah berjalan cukup lancar meskipun tak ada penambahan nasabah yang signifikan. Jumlah nasabah masih bertahan di angka 200-an.</p>
<p>&#8220;Dari sampah yang terkumpul ini kami lakukan pengiriman ke luar daerah, sampah atom bisa 2 ton 2 minggu sekali kirim, begitu juga plastik kami kirim ke Majalengka,&#8221; tukasnya. (em-aha)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eranasional.com/88571/tpst-mitra-brayan-resik-atasi-masalah-sampah-di-kota-pekalongan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/06/3e9c35ba-065d-4e92-ace4-c351168f6dc7.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1280"
				height="853">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[3e9c35ba-065d-4e92-ace4-c351168f6dc7]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/06/3e9c35ba-065d-4e92-ace4-c351168f6dc7-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>SMPN 2 Kota Pekalongan Edukasi Siswa Pengelolaan Sampah</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/88590/smpn-2-kota-pekalongan-edukasi-siswa-pengelolaan-sampah</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/88590/smpn-2-kota-pekalongan-edukasi-siswa-pengelolaan-sampah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 06:05:46 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Daur Ulang]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanfaatan Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 2 Kota Pekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/88590/smpn-2-kota-pekalongan-edukasi-siswa-pengelolaan-sampah</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Mengelola sampah tak hanya dimulai dari rumah. Dunia pendidikan seperti sekolah juga harus mengambil langkah untuk mengedukasi siswanya untuk mengelola sampah. Salah satunya yang digiatkan di SMPN 2 Pekalongan ialah memilah dan mengelola sampah di sekolah, sehingga tak ada sampah yang dibuang keluar. Selain itu juga mengurangi penggunaan sampah plastik di sekolah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, ERANASIONAL.COM</strong> – Mengelola sampah tak hanya dimulai dari rumah. Dunia pendidikan seperti sekolah juga harus mengambil langkah untuk mengedukasi siswanya untuk mengelola sampah.</p>
<p>Salah satunya yang digiatkan di SMPN 2 Pekalongan ialah memilah dan mengelola sampah di sekolah, sehingga tak ada sampah yang dibuang keluar.</p>
<p>Selain itu juga mengurangi penggunaan sampah plastik di sekolah. Bahkan mencegah penggunaan plastik untuk jajanan di sekolah. Hal ini diungkapkan Kepala SMPN 2 Kota Pekalongan, Sugono saat ditemui, Rabu (23/4/2025).</p>
<p>&#8220;Kami kebetulan salah satu sekolah yang naik Adiwiyata ke nasional. Kami sudah membuat kebijakan untuk pengelolaan sampah. Kota Pekalongan Darurat Sampah ini menjadi momen baik anak-anak untuk aktif dalam mengelola sampah dan meniadakan penggunaan plastik,&#8221; katanya.</p>
<p>Disebutkan, untuk di sekolah anak-anak bakal diwajibkan membawa tempat minum dan tempat makan sendiri, jadi ketika jajan menggunakan peralatan makan dan minum sendiri, bukan dengan kemasan plastik.</p>
<p>&#8220;Kami juga sudah sosialisasi dengan berbagai pihak, tinggal penguatan program. Tinggal di lapangan nanti kami eksekusi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dijelaskan Sugono, SMPN 2 Pekat sudah tidak membuang sampah keluar, semua sampah dipilah organik atau anorganik. Smpah didominasi plastik yang tak ada nilai jualnya, dengan peniadaan kemasan plastik nanti diharapkan sampah plastik berkurang.</p>
<p>&#8220;Kebetulan untuk pemanfaatan plastik bekas sudah dilakukan seperti untuk membuat pot gantung. Langkah kami selanjutnya melakukan edukasi daur ulang sampah dan membuat kompos,&#8221; tukasnya. (em-aha)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/88590/smpn-2-kota-pekalongan-edukasi-siswa-pengelolaan-sampah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/06/4ad0841a-5a99-47a7-949f-7849bb7cc69c.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1301"
				height="942">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[4ad0841a-5a99-47a7-949f-7849bb7cc69c]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/06/4ad0841a-5a99-47a7-949f-7849bb7cc69c-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kota Pekalongan Siap Terapkan Pengelolaan Sampah Seperti Banyumas</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/87381/kota-pekalongan-siap-terapkan-pengelolaan-sampah-seperti-banyumas</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/87381/kota-pekalongan-siap-terapkan-pengelolaan-sampah-seperti-banyumas#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2025 13:12:01 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[KLHK]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[TPA BLE]]></category>
		<category><![CDATA[tpa degayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/87381/kota-pekalongan-siap-terapkan-pengelolaan-sampah-seperti-banyumas</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Dalam upaya mengatasi kondisi darurat sampah yang tengah melanda Kota Pekalongan, Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab  melakukan kunjungan studi banding ke Kabupaten Banyumas, Rabu (16/4/2025). Lokasi yang dikunjungi adalah Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kedungrandu dan Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) Kalibagor. Kabupaten Banyumas dikenal sebagai salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, ERANASIONAL.COM</strong> – Dalam upaya mengatasi kondisi darurat sampah yang tengah melanda Kota Pekalongan, Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab  melakukan kunjungan studi banding ke Kabupaten Banyumas, Rabu (16/4/2025).</p>
<p>Lokasi yang dikunjungi adalah Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kedungrandu dan Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) Kalibagor.</p>
<p>Kabupaten Banyumas dikenal sebagai salah satu daerah dengan sistem pengelolaan sampah terbaik di Indonesia, bahkan menjadi percontohan tingkat Asia Tenggara.</p>
<p>Sistem yang diterapkan berbasis partisipasi aktif masyarakat dan teknologi ramah lingkungan, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga hingga pengelolaan akhir secara efisien dan berdaya guna.</p>
<p>&#8220;Kami melakukan study banding langsung ke TPST Kedungrandu dan TPA BLE Kalibagor Banyumas karena Kabupaten Banyumas ini menjadi salah satu wilayah yang pengelolaan sampahnya terbaik dan sudah berhasil menjadi percontohan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Banyumas telah berhasil mengelola sampah secara terintegrasi dari sumber hingga ke tempat akhir dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya.</p>
<p>Sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi di Banyumas ini dimulai dari masyarakatnya yang sudah memilah sampahnya dari sumber. Sampah yang dikelola tiap harinya dalam sistem terintegrasi ini adalah berkisar 40 ton/hari.</p>
<p>Terdapat satu inovasi yang dapat menggerakkan pengelolaan, pemilahan, dan pengumpulan sampah secara masif, terutama jenis sampah rumah tangga yang memiliki presentase penyumbang sampah terbesar.</p>
<p>Yaitu masyarakat dapat menjual sampah organik dan anorganiknya ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) melalui aplikasi Salinmas, sebuah aplikasi sampah online yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas.</p>
<p>Adapun untuk sampah yang tidak dapat dikelola di sumber, maka akan dikelola dengan diambil KSM ke rumah-rumah secara door to door. Untuk pengangkutan sendiri, dilakukan dengan sistem pelayanan 3 hari sekali (RT), 1 hari sekali (rumah makan), dan 10 hari (untuk instansi).</p>
<p>Jadwal penjemputan sampah sudah terjadwal oleh pihak TPST dengan para masyarakat dan dalam penjemputannya terdapat Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk melayani masyarakat yang rumahnya sulit untuk dilewati kendaraan pengangkut sampah</p>
<p>Banyumas telah memiliki TPST dan salah satu TPST dilengkapi dengan mesin pirolisis yang memusnahkan sampah dengan pembakaran di atas 800 derajat Celcius.</p>
<p>Khusus untuk TPA BLE tidak hanya fokus pada 3 R (Reduce, Reuse, Recycle), melainkan juga dilengkapi dengan kolam renang, pabrik plastik, tempat budidaya magot, budidaya lele dan fasilitas lainnya.</p>
<p>&#8220;Tentu, karena Kota Pekalongan saat ini masih dalam kondisi darurat sampah, seiring ditutupnya TPA Degayu oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), maka kita study banding kesini dan akan menerapkan sistem pengelolaannya di Kota Pekalongan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, adapun yang dipelajarinya adalah terkait tata kelola pengelolaan sampah dengan baik dan sesuai regulasi lingkungan hidup dan kelembagaannya serta teknologinya.</p>
<p>Ia memohon doa dan dukungan kepada masyarakat Kota Pekalongan untuk bersama-sama pemerintah menangani permasalahan sampah ini.</p>
<p>Dirinya menegaskan, Pemerintah Kota Pekalongan sangat serius untuk menangani darurat sampah di Kota Pekalongan. Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat Kota Pekalongan untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah dengan memilah sampah mulai dari rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Sebab, kunci keberhasilan pengelolaan sampah harus dari hulu ke hilir. Mari kelola sampah dari rumah tangga dan jangan lupa untuk memilah sampah terlebih dahulu sebelum diangkut oleh petugas sampah,</p>
<p>“Doakan kami agar Pemerintah Kota Pekalongan dapat merealisasikan program &#8211; program pengelolaan sampah dan pembangunan kota agar semuanya diberikan kelancaran dan kemudahan,&#8221; pungkasnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/87381/kota-pekalongan-siap-terapkan-pengelolaan-sampah-seperti-banyumas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/04/00029-banyumas-scaled-e1745313180215.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1431"
				height="900">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[00029 banyumas]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/04/00029-banyumas-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Perangi Sampah Liar, Sistem Pengelolaan Diperkuat dari Hulu ke Hilir</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/87378/perangi-sampah-liar-sistem-pengelolaan-diperkuat-dari-hulu-ke-hilir</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/87378/perangi-sampah-liar-sistem-pengelolaan-diperkuat-dari-hulu-ke-hilir#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 12:05:36 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perangi Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sangsi]]></category>
		<category><![CDATA[tpa degayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/87378/perangi-sampah-liar-sistem-pengelolaan-diperkuat-dari-hulu-ke-hilir</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menata sistem pengelolaan sampah dengan memperkuat rantai dari hulu ke hilir. Dalam rapat koordinasi pleno lanjutan Penanganan Darurat Sampah, berlangsung di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa sore (15/04/2025) yang digelar secara lintas OPD, kelurahan, kecamatan, dan Forkopimda, disepakati sistem baru berbasis komunitas dan rumah tangga. “Kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, ERANASIONAL.COM</strong> – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menata sistem pengelolaan sampah dengan memperkuat rantai dari hulu ke hilir.</p>
<p>Dalam rapat koordinasi pleno lanjutan Penanganan Darurat Sampah, berlangsung di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa sore (15/04/2025) yang digelar secara lintas OPD, kelurahan, kecamatan, dan Forkopimda, disepakati sistem baru berbasis komunitas dan rumah tangga.</p>
<p>“Kita mulai dari kesadaran memilah sampah di rumah. Edukasi ini akan kita lakukan secara masif di tingkat RT dan RW,” kata Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab usai membuka kegiatan rapat.</p>
<p>Balgis menegaskan, Pemerintah Kota Pekalongan menyatakan “perang” terhadap sampah liar yang kian meresahkan warga.</p>
<p>Langkah awal yang diambil adalah mengembalikan sistem pengangkutan sampah dari rumah seperti sebelum Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu ditutup. Dimana, petugas kebersihan dengan gerobak dan kendaraan Viar akan kembali beroperasi.</p>
<p>“Kami mohon masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, cukup taruh di depan rumah. Nanti akan ada petugas sampah yang mengambil,” kata dia.</p>
<p>Dan kami dari Pemkot Pekalongan, lanjutnya, akan mensupport itu untuk mempercepat bagaimana pengelolaan sampah yang ada di Kota Pekalongan.</p>
<p>Menurutnya, Pemkot Pekalongan tak ingin setengah-setengah dalam menuntaskan masalah sampah. Pemkot melibatkan unsur Forkopimda demi penguatan penegakan hukum bagi masyarakat yang membandel membuang sampah sembarangan.</p>
<p>Ia telah bersepakat untuk merumuskan sanksi tegas bersama Aparat Penegakan Hukum (APH) seperti Polres, Kodim, Kejaksaan dan Brimob. Masyarakat yang masih nekat membuang sampah sembarangan akan mendapat punishment (sanksi).</p>
<p>&#8220;Karena selama ini pemerintah terus berpikir keras mencari formula yang tepat untuk bagaimana penanganan sampah di Kota Pekalongan ini,” ujarnya.</p>
<p>Pihaknya memohon doa dari seluruh masyarakat Kota Pekalongan dan kesadarannya untuk bersama-sama memilah sampah dari rumah dan mengurangi sampah yang ada di jalanan.</p>
<p>“Sehingga, Kota Pekalongan yang kita cintai bersama ini tetap bersih, sehat dan tidak ada wabah penyakit,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Pemkot juga tengah menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan dua Pemerintah Daerah (Pemda) sekitar yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dan Pemkab Pekalongan dalam membantu menghadapi kondisi darurat sampah di Kota Pekalongan.</p>
<p>Surat resmi telah dilayangkan ke dua Pemda tersebut untuk meminta bantuan penggunaan TPA lintas wilayah.</p>
<p>&#8220;Kami sudah mengirim surat baik ke Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan selanjutnya kami akan tindak lanjuti dengan audiensi langsung baik ke Bupati Batang maupun ke Bupati Pekalongan,” ujarnya.</p>
<p>Hal itu dilakukan, agar dalam masa darurat sampah ini Pemkot Pekalongan bisa dibantu untuk membuang sampah ke TPA yang ada di dua wilayah itu. (em-aha)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/87378/perangi-sampah-liar-sistem-pengelolaan-diperkuat-dari-hulu-ke-hilir/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/04/00028-sampah.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="738">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[00028 sampah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/04/00028-sampah-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hari Jadi Kota Pekalongan, Balgis Diab Tegaskan Kolaborasi sebagai Kunci Pembangunan</title>
		<link>https://daerah.eranasional.com/87368/hari-jadi-kota-pekalongan-balgis-diab-tegaskan-kolaborasi-sebagai-kunci-pembangunan</link>
					<comments>https://daerah.eranasional.com/87368/hari-jadi-kota-pekalongan-balgis-diab-tegaskan-kolaborasi-sebagai-kunci-pembangunan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdul Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2025 12:08:08 +0000</pubDate>
				
		
		
		<category><![CDATA[Darurat Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[nasi tumpeng]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Paripurna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.eranasional.com/87368/hari-jadi-kota-pekalongan-balgis-diab-tegaskan-kolaborasi-sebagai-kunci-pembangunan</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menegaskan pentingnya semangat kolaborasi sebagai fondasi utama dalam pembangunan Kota Pekalongan. Hal ini ia sampaikan saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-119 Kota Pekalongan yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD setempat, Rabu siang (9/4/2025). Menurutnya, usia 119 tahun bukanlah waktu yang singkat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, ERANASIONAL.COM</strong> – Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menegaskan pentingnya semangat kolaborasi sebagai fondasi utama dalam pembangunan Kota Pekalongan.</p>
<p>Hal ini ia sampaikan saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-119 Kota Pekalongan yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD setempat, Rabu siang (9/4/2025).</p>
<p>Menurutnya, usia 119 tahun bukanlah waktu yang singkat. Kota Pekalongan telah melewati berbagai fase sejarah, mulai dari masa penjajahan, perjuangan kemerdekaan, masa pembangunan, hingga era digital seperti saat ini.</p>
<p>Dimana, setiap babak sejarah mencatat kontribusi dari para tokoh, birokrat, masyarakat, hingga generasi muda yang menjadi penggerak pembangunan.</p>
<p>&#8220;Tema peringatan tahun ini, “Dengan Semangat Kolaborasi Berkelanjutan, Mari Terus Berkolaborasi untuk Bersama Melanjutkan Pembangunan Kota Pekalongan dan Wujudkan Pekalongan Tambah Rahat,” bukan sekadar slogan,</p>
<p>“Ini ajakan nyata untuk membangun Kota Pekalongan dengan kebersamaan lintas sektor,” tegas Balgis.</p>
<p>Balgis menyebut, kolaborasi adalah pondasi utama pembangunan Kota Pekalongan. Tidak ada kemajuan yang bisa dicapai secara parsial. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat harus menjadi satu kesatuan.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Pekalongan telah menorehkan berbagai capaian, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, ekonomi kreatif, hingga pelestarian budaya batik sebagai identitas Kota Pekalongan.</p>
<p>Kota ini telah menjadi inspirasi banyak daerah dalam membangun sektor kreatif berbasis kearifan lokal.</p>
<p>&#8220;Namun kita juga tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih kita hadapi. Tantangan tersebut menjadi pekerjaan rumah kita bersama yang harus ditangani dengan cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, salah satu tantangan serius yang sedang dihadapi Kota Pekalongan saat ini adalah persoalan sampah. Seiring dengan ditutupnya TPA Degayu oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Pekalongan telah menetapkan status darurat sampah.</p>
<p>“Ini bukan situasi biasa. Ini adalah alarm krisis yang harus segera kita respon dengan langkah luar biasa,&#8221; bebernya.</p>
<p>Balgis menambahkan, volume timbunan sampah di Kota Pekalongan terus meningkat setiap harinya, sementara daya tampung dan infrastruktur pengelolaan semakin terbatas.</p>
<p>Persoalan ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif sebagai masyarakat Kota Pekalongan</p>
<p>&#8220;Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, RT/RW, kelurahan, kecamatan, ormas, komunitas lingkungan, pelaku usaha, hingga pelajar dan generasi muda untuk mengambil bagian dalam gerakan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir,</p>
<p>“Mari kita mulai dari hal kecil: memilah sampah dari rumah, mengurangi sampah plastik, mendaur ulang, dan terlibat dalam bank sampah serta ekosistem ekonomi sirkular,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pihaknya menegaskan tidak tinggal diam, Pemkot telah menyiapkan langkah-langkah jangka pendek, menengah, dan panjang dari penanganan darurat, memaksimalkan TPST dan TPS3R, hingga rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang lebih ramah lingkungan jika dimungkinkan.</p>
<p>Namun, tanpa kolaborasi lintas sektor, semua rencana akan berjalan lambat. Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berdiri di barisan yang sama, bergandengan tangan, mencari solusi konkret demi masa depan lingkungan dan anak cucu mendatang.</p>
<p>&#8220;Maka, di Hari Jadi yang ke-119 ini, mari kita jadikan momen ini sebagai refleksi dan reorientasi. Apakah yang sudah kita berikan untuk kota ini. Apakah sudah kita rawat warisan leluhur kita dengan baik?</p>
<p>“Apakah kita sudah menyiapkan Kota Pekalongan untuk menjemput masa depan? Mari bersama kita wujudkan Kota Pekalongan yang bersih, tertib, dan tangguh terhadap bencana, kota yang inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat,” kata dia.</p>
<p>Kota yang terus mengembangkan potensi ekonomi kreatif dan digital, kota yang mampu mencetak generasi muda berdaya saing tinggi, Kota yang tambah rahat dan sejahtera. nyaman, tenteram. (em-aha)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://daerah.eranasional.com/87368/hari-jadi-kota-pekalongan-balgis-diab-tegaskan-kolaborasi-sebagai-kunci-pembangunan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
					<media:content
				url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/04/00025-hari-jadi.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1280"
				height="841">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[00025 hari jadi]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://eranasional.com/wp-content/uploads/2025/04/00025-hari-jadi-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
													<media:copyright>Abdul Hakim</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
