Jakarta, ERANASIONAL.COM – Menghadapi musim mudik Lebaran 1446 H/2025, Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta mencatatkan sejumlah data penting terkait volume penumpang yang melintas melalui stasiun-stasiun utama, yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, sejak dimulainya periode Angleb (Angkutan Lebaran) pada 21 Maret 2025 hingga 11 April 2025.

Total perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang dilayani oleh Daop 1 Jakarta selama periode Angleb 2025 mencapai 1.858 perjalanan, termasuk KA tambahan, dengan rata-rata 84 KA setiap harinya.

Total kapasitas yang tersedia adalah 1.035.008 tempat duduk, dengan rata-rata 47.046 tempat duduk yang tersedia setiap harinya.

Sampai dengan saat ini, total tempat duduk yang terjual mencapai 710.036, dengan tingkat okupansi mencapai 69%.

Stasiun Gambir

Stasiun Gambir menjadi salah satu titik keberangkatan utama dengan total 990 perjalanan KA selama periode ini, dengan kapasitas tempat duduk yang tersedia mencapai 467.256 dan okupansi sebesar 56%. Di hari-hari puncak keberangkatan, Stasiun Gambir telah melayani rata-rata 45 KA per hari.

Selama periode mudik (21 s.d 30 Maret 2025), telah terjual sebanyak 182.305 seat dari 212.390 seat tersedia atau sebanyak 86 persen.

Volume tertinggi sementara terjadi pada hari ini, Kamis (27/3) yaitu sebanyak 21.293 penumpang dengan okupansi 100 persen. Tertinggi kedua Rabu (26/3) sebanyak 21.189 penumpang atau okupansi 100 persen dari seat tersedia.

Stasiun Pasar Senen

Stasiun Pasar Senen mencatatkan 868 perjalanan KA, dengan total kapasitas tempat duduk mencapai 567.752 dan tingkat okupansi lebih tinggi dibandingkan Stasiun Gambir, yakni 76%. Rata-rata 39 KA berangkat setiap harinya dari stasiun ini.

Selama periode mudik (21 s.d 30 Maret 2025), telah terjual sebanyak 264.626 seat dari 258.840 seat tersedia atau sebanyak 102 persen.

Volume tertinggi sementara terjadi pada hari ini, Rabu (26/3) yaitu sebanyak 28.521 penumpang dengan okupansi 105 persen. Tertinggi kedua Kamis (27/3) sebanyak 27.766 penumpang atau okupansi 102 persen dari seat tersedia.

KA Tambahan

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Daop 1 Jakarta telah menambah 362 perjalanan KA tambahan. Dari total tersebut, 242 perjalanan di Stasiun Gambir dan 120 perjalanan di Stasiun Pasar Senen disiapkan untuk memenuhi lonjakan permintaan tiket.

Total kapasitas tempat duduk yang tersedia dari KA tambahan ini mencapai 182.620 seat, dengan rata-rata 8.301 seat per hari.

Volume Penumpang Pra-Angleb (21 – 30 Maret 2025)

Pada periode ini, Daop 1 Jakarta telah mencatatkan 846 perjalanan KA dengan tingkat okupansi yang sangat tinggi, mencapai 95%.

Di Stasiun Gambir, okupansi mencapai 86%, sedangkan di Stasiun Pasar Senen, okupansi bahkan melebihi 100%, mencapai 102%.

Keberangkatan hari ini, Kamis, 27 Maret, mencatatkan okupansi penuh, dengan 87 KA yang berangkat dan 49.059 tiket terjual, melebihi kapasitas yang tersedia.

Kondisi Keberangkatan Hari Ini (27 Maret 2025)

Pada hari ini, Kamis, 27 Maret 2025, Daop 1 Jakarta melayani 87 perjalanan KA dengan total 48.408 tempat duduk tersedia. Namun, jumlah tiket yang terjual melebihi kapasitas dengan okupansi mencapai 101%.

Stasiun Gambir: 45 KA dengan okupansi 100% (21.293 tiket terjual).

Stasiun Pasar Senen: 42 KA dengan okupansi 102% (27.766 tiket terjual).

Antisipasi Puncak Arus Mudik

Memasuki puncak arus mudik pada tanggal 28 hingga 31 Maret 2025, Daop 1 Jakarta mengimbau para calon penumpang untuk mempersiapkan perjalanan jauh-jauh hari, mengingat tingginya permintaan tiket.

Diperkirakan, okupansi pada periode tersebut dapat mencapai angka 100% lebih.

Daop 1 Jakarta memastikan untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik, serta memperhatikan protokol keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.

Pada hari ini juga di Stasiun Pasar Senen maupun Gambir telah dikunjungi dari berbagai pucuk pimpinan kementrian dan pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan langsung di stasiun dan menyapa masyarakat/penumpang kereta api yang akan melaksanakan mudik / pulang ke kampung halaman.

Beberapa Menteri dan Pemerintah Daerah dimaksud yaitu:

1. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi
2. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) saat ini dijabat oleh Widiyanti Putri Wardhana.
3. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. []