Selain skrining, fasilitas kesehatan juga diminta untuk menyiapkan ruang isolasi yang memenuhi standar teknis. Keberadaan ruang isolasi menjadi elemen penting dalam mencegah penyebaran virus ke pasien lain maupun tenaga kesehatan. Dalam konteks ini, rumah sakit diharapkan mampu mengelola alur pasien dengan baik agar tidak terjadi penumpukan di satu titik layanan.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan pentingnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Penggunaan APD secara tepat menjadi salah satu benteng utama dalam melindungi tenaga medis dari risiko paparan. Tidak hanya jumlahnya yang harus cukup, tetapi juga kualitas dan standar penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, pengaturan jadwal kerja tenaga kesehatan juga menjadi perhatian dalam surat edaran tersebut. Kemenkes menilai bahwa beban kerja yang tinggi tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup dapat menurunkan daya tahan tubuh tenaga medis. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko tertular penyakit, termasuk campak, yang penyebarannya sangat cepat di lingkungan layanan kesehatan.

Oleh karena itu, manajemen rumah sakit diminta untuk menyusun jadwal kerja yang lebih proporsional agar tenaga kesehatan tetap dalam kondisi prima. Selain itu, perhatian terhadap asupan gizi dan pemberian suplementasi vitamin juga ditekankan sebagai bagian dari upaya menjaga imunitas tenaga medis.

Dalam hal penanganan tenaga kesehatan yang terpapar, Kemenkes juga memberikan panduan yang jelas. Setiap fasilitas kesehatan diminta memiliki mekanisme khusus untuk menangani tenaga medis yang bergejala, berstatus suspek, maupun terkonfirmasi campak. Penanganan yang cepat dan tepat dinilai penting untuk mencegah penularan lebih luas di lingkungan kerja.

Pengawasan internal turut diperketat melalui berbagai unit yang ada di rumah sakit, seperti tim pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), K3RS, serta unit mutu dan keselamatan pasien. Kolaborasi antar unit ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengendalian yang lebih terintegrasi dan efektif dalam menghadapi potensi wabah.