Meski demikian, tidak semua sektor dapat menerapkan kebijakan WFH. Pemerintah secara tegas mengecualikan sejumlah sektor layanan publik dan sektor strategis yang membutuhkan kehadiran fisik secara langsung. Sektor seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan tetap harus beroperasi secara normal karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, sektor industri, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, serta keuangan juga termasuk dalam kategori yang dikecualikan. Sektor-sektor ini dinilai memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pasokan kebutuhan masyarakat, sehingga tidak memungkinkan untuk menerapkan sistem kerja jarak jauh secara penuh.

Di bidang pendidikan, pemerintah juga menetapkan kebijakan yang berbeda. Kegiatan belajar-mengajar untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap dilakukan secara tatap muka lima hari dalam seminggu tanpa pembatasan. Hal ini bertujuan menjaga kualitas pembelajaran serta interaksi langsung antara siswa dan guru yang dinilai penting dalam proses pendidikan.

Sementara itu, untuk pendidikan tinggi, khususnya mahasiswa semester empat ke atas, pelaksanaan kegiatan akademik akan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing kementerian terkait. Pendekatan ini memberikan ruang fleksibilitas bagi perguruan tinggi untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Selain penerapan WFH, pemerintah juga mengeluarkan sejumlah kebijakan pendukung untuk memperkuat efisiensi. Salah satunya adalah pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk kendaraan operasional dan kendaraan listrik. Langkah ini diharapkan dapat semakin menekan konsumsi BBM serta mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, perjalanan dinas juga menjadi fokus efisiensi. Pemerintah menetapkan pengurangan perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen, serta perjalanan dinas luar negeri hingga 70 persen. Kebijakan ini dinilai cukup signifikan mengingat biaya perjalanan dinas selama ini menjadi salah satu komponen besar dalam belanja negara.

Untuk pemerintah daerah, terdapat imbauan tambahan terkait pengelolaan mobilitas masyarakat. Salah satunya adalah penambahan hari dan cakupan area pelaksanaan car free day yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.