Jakarta, ERANASIONAL.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyoroti masih kuatnya ego sektoral di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut AHY, persoalan tersebut kerap menjadi penghambat koordinasi antarkementerian dan lembaga sehingga berdampak pada efektivitas pembangunan nasional.
Pernyataan itu disampaikan AHY saat membuka Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Dalam forum tersebut, AHY berbicara mengenai pentingnya koneksi, kolaborasi, dan kepemimpinan di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
AHY menilai, masih ada kecenderungan di dalam birokrasi pemerintahan di mana masing-masing kementerian atau lembaga merasa memiliki peran paling penting dibanding institusi lainnya. Kondisi itu kemudian memunculkan persaingan dalam memperebutkan porsi anggaran negara yang lebih besar.
Menurut dia, pola pikir sektoral seperti itu tidak seharusnya terus dipelihara karena seluruh kementerian pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung keberhasilan pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Masalahnya sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi, antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego,” ujar AHY.
Ia kemudian menambahkan bahwa ego sektoral menjadi tantangan yang paling sering muncul dalam proses pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program pemerintah.
“Yang paling sering itu ego. Enggak ada yang salah, tapi ‘pokoknya gue dulu. Gue lebih penting. Gue harus lebih banyak anggarannya’. Padahal, tujuannya sama,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan