Jakarta, ERANASIONAL.COM – Kementerian Perdagangan memastikan impor untuk kebutuhan pemenuhan bahan baku industri dan gula konsumsi yang setara dengan gula kristal putih (GKP) aman pada 2024.

Pernyataan ini dilontarkan untuk menanggapi Thailand yang memangkas perkiraan produksi sebesar 500.000 ton menjadi 7,5 juta ton untuk musim giling 2023—2024.

Direktur Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Arif Sulistyo mengatakan produsen yang melakukan pemasukan gula dari pasar global sudah melakukan diversifikasi sumber pasokan, sehingga pasokan impor gula tidak hanya didapatkan dari Thailand.

“Dalam rangka menjamin kepastian pasokan dan ketersediaan, produsen yang melakukan pemasukan gula dari pasar global sudah dari jauh hari melakukan diversifikasi sumber pasokan, di mana sumber pasokan bertambah negara asalnya seperti Australia dan Brasil, dari yang sebelumnya didominasi oleh Thailand dan India,” ujar Arif kepada Bloomberg Technoz, Rabu (7/2/2024).

Terlebih, terdapat kenaikan tajam produksi gula di Brasil. Kenaikan produksi di Negeri Samba dan India diperkirakan dapat jauh melebihi dan mengompensasi penurunan produksi dari Thailand.

Arif mengatakan, gula termasuk dalam komoditas yang ditetapkan di dalam neraca komoditas. Berdasarkan neraca komoditas, kebutuhan gula yang dipenuhi dari impor untuk 2024 adalah sebesar 5,4 juta ton.