Jakarta, ERANASIONAL.COM — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah berhasi membalikan arah belanja sehingga dampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mayoritas ekonomi tumbuh positif.

Bendahara negara itu melihat adanya perbaikan pada perekonomian Indonesia jelang akhir tahun 2025. Menurutnya ini merupakan hasil upaya pemerintah melakukan akselerasi ekonomi dalam negeri.

“Jadi sekarang kita sudah berhasil membalik arah belanja pemerintah sehingga dampak belanja pemerintah APBN ke ekonomi jadi positif. Kalau sebelum-sebelumnya jadi ngerem, sekarang pemerintah juga ikut ngegas perekonomian. Triwulan ketiga, triwulan keempat pun akan seperti itu,” tambah Purbaya dalam acara konferensi pers APBN Kita, di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

Ini pada dasarnya, lanjut kata Menkeu Purbaya, semua sedang berbalik, jadi kita sedang mengalami akselerasi pertumbuhan perekonomian nasional solid.

Dikesempatan yang sama Menkeu Purbaya mengungkapkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 mencapai 5,04%.

“Pertumbuhan ekonomi pada periode ini ditopang oleh permintaan domestik, kinerja ekspor, investasi yang resilient, serta optimalisasi belanja pemerintah,” tambah Menkeu Purbaya.

Menkeu Purbaya menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pulih secara cepat dan stabil usai terkontraksi pada 2020. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dari 2023 hingga 2025 tetap terjaga di angka 5%.

Dari sisi komponen pengeluaran, konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang terbesar pada produk domestik bruto (PDB) 4,89% pada kuartal III-2025. Sementara, investasi atau PMTB tumbuh 5,04% yang menandai optimisme pelaku usaha.

“Selain itu, ekspor meningkat sebesar 9,91% dan impor tumbuh lebih rendah hingga memperkuat dampak net ekspor terhadap perekonomian. Konsumsi pemerintah tumbuh 5,49% sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah di periode ini yang tumbuh tinggi,” tandas Menkeu Purbaya.

Pada kuartal sebelumnya, konsumsi pemerintah minuus 0,33% dan minus 1,37 pada kuartal I-2025. Menkeu Purbaya menyebut belanja pemerintah akan terus didorong pada kuartal selanjutnya.