Jakarta, ERANASIONAL.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis adanya peningkatan cuaca ekstrem yang dipicu adanya bibit siklon tropis 93W dalam 24 hingga 72 jam ke depan.
Prakirawan BMKG Medayu menjelaskan, sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1006 hektopaskal dengan pergerakan ke arah Barat. Meski peluang penguatannya menjadi siklon tropis masih dalam kategori rendah, bibit siklon ini telah membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi).
“Bibit siklon 93W terpantau di Samudera Pasifik Utara, Maluku Utara. Sistem ini membentuk daerah konfluensi serta menginduksi peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di sekitarnya,” kata Prakirawan BMKG Medayu dalam update informasi cuaca, Kamis (4/12/2025).
Tak hanya itu, terpantau pula sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung dan Laut Banda bagian selatan. Pola sirkulasi ini bersama beberapa daerah konfluensi lainnya memanjang di sejumlah perairan Indonesia, mulai dari Laut Banda, perairan utara Kepulauan Seribu, selatan Jawa, hingga perairan sekitar Halmahera dan Papua Barat Daya.
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Wilayah dengan level waspada untuk hujan lebat-sangat lebat meliputi Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.

Tinggalkan Balasan