Jakarta, ERANASIONAAL.COM – Tiga admin akun media sosial yang diduga hendak merencanakan kerusuhan dalam aksi unjuk rasa di Jakarta diamankan Polda Metro Jaya.
Para tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni di Jakarta Pusat, Bekasi, dan Bandung. Mereka diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa bom Molotov, perangkat elektronik, serta dokumen digital berisi ancaman kekerasan dan perencanaan serangan.
Wadir Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus mengatakan, pengungkapan ini berawal dari patroli siber yang menemukan unggahan berisi ancaman teror dari sebuah akun Instagram bernama @bahanpeledak.
Unggahan tersebut menampilkan foto gedung DPR dengan narasi ancaman, yang kemudian ditelusuri dan mengarah kepada tersangka pertama berinisial BDM (20) di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Melakukan teror dengan posting foto latar Wisma DPR dengan narasi kalimat “Kita adalah bayang bayang yang kalian takuti dan kita adalah teror” dan “Wisma lo udah gue teror kali aja kantor lo mau gue teror”. Pada tanggal 05 Desember 2025, melalui postingan story sosial media Instagram dengan nama pengguna @_bahanpeledak_,” ujarnya dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/12/2025).
“Dari BDM kami menyita enam botol yang sedang dirakit menjadi bom Molotov, serta bukti percakapan di aplikasi Session yang membahas rencana aksi rusuh,”
Penyelidikan kemudian meluas dan mengarah pada tersangka kedua berinisial TSF (22), admin akun Instagram @Verdatius, yang ditangkap di Bekasi. TSF diduga sebagai pemesan bom Molotov yang dibuat BDM dan diketahui mengelola grup percakapan di aplikasi terenkripsi dengan nama pengguna “VRDTS”.
“Membuat 6 buah Bom Molotov yang masih dalam tahap produksi, nantinya akan diberikan kepada pemesan yaitu Sdr. TSF alias verdatius alias vrdts (Admin grup 2 Session A-JKT) untuk dipergunakan saat Aksi Unjuk Rasa 10 Desember 2025 mendatang,” ungkap Fian.
Meski sempat menghapus aplikasi Session sebelum ditangkap, penyidik menyebut bukti komunikasi keduanya cukup kuat untuk menjerat mereka.
Sementara di Kota Bandung, Subdit 4 Siber menangkap tersangka ketiga berinisial YM, yang merupakan admin akun ‘catsrebel’, setelah memantau unggahan foto bahan peledak rakitan dengan caption ‘sambil bersiap-siap’. Saat ini akun tersebut tak memiliki unggahan.
Dari tangan YM, polisi menemukan bom Molotov siap pakai, dokumen digital terkait ancaman kekerasan, lalu perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk menyebarkan konten bernada provokatif.

Tinggalkan Balasan