Tidak hanya di bandara, Thailand juga meningkatkan kesiapan sistem layanan kesehatannya. Departemen Pelayanan Medik Thailand telah menginstruksikan tiga rumah sakit rujukan—Rajavithi, Lerdsin, dan Nopparat Rajathanee untuk menyiapkan ruang isolasi khusus serta tim dokter spesialis dalam menghadapi kemungkinan kasus suspek maupun terkonfirmasi.

Selain itu, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand menerapkan pendekatan One Health (Satu Kesehatan), yakni strategi terpadu yang mengaitkan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Pendekatan ini dianggap penting karena virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah dan hewan perantara seperti babi.

“Pendekatan Satu Kesehatan menjadi standar global yang direkomendasikan WHO, terutama untuk penyakit zoonotik berisiko tinggi seperti Nipah,” ujar Tjandra, yang juga menjabat Direktur Pascasarjana Universitas YARSI.

Di Indonesia, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara internasional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Tanah Air.

Penguatan pengawasan dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan situasi global. Protokol kesehatan yang diterapkan meliputi kewajiban maskapai untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal di bandara keberangkatan, serta pengecekan status kesehatan penumpang setibanya di Indonesia.