Jakarta, ERANASIONAL.COM – Ancaman penyebaran virus Nipah kembali menjadi perhatian kawasan Asia setelah India melaporkan sejumlah kasus infeksi yang diduga terjadi melalui penularan di fasilitas layanan kesehatan. Menyikapi situasi tersebut, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mendorong pemerintah Indonesia untuk meniru langkah cepat dan komprehensif yang dilakukan Thailand dalam mencegah masuknya virus mematikan tersebut.
Menurut Tjandra, respons Thailand patut menjadi contoh karena dilakukan secara dini, terkoordinasi lintas sektor, dan berbasis pendekatan kesehatan masyarakat yang kuat. Pemerintah Thailand dinilai tidak menunggu hingga muncul kasus di dalam negeri, melainkan langsung memperketat pengawasan sejak laporan awal kasus Nipah muncul di India.
“Pemerintah Thailand bergerak cepat begitu mengetahui adanya laporan kasus di India. Ini mencerminkan prinsip pencegahan yang sangat penting dalam pengendalian penyakit menular berbahaya,” ujar Tjandra, Rabu (28/1/2026).
Tjandra menjelaskan, pada 25 Januari 2026, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul secara resmi meningkatkan status pemantauan kesehatan masyarakat dan memperketat skrining di pintu masuk negara. Kebijakan tersebut difokuskan pada pelaku perjalanan internasional dari wilayah yang melaporkan kasus Nipah, khususnya India.
Hingga 27 Januari 2026, Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mencatat telah melakukan skrining terhadap lebih dari 1.700 penumpang penerbangan dari Kolkata, India, yang tiba di tiga bandara utama Thailand, yakni Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. Dari hasil pemeriksaan tersebut, belum ditemukan kasus positif virus Nipah.
Pelaksanaan skrining ini melibatkan kerja sama erat antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta otoritas bandara. Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Phatthana Phromphat bekerja bersama Deputi Perdana Menteri/Menteri Perhubungan Phiphat Ratchakitprakarn untuk memastikan pemeriksaan berjalan optimal.
“Koordinasi lintas sektor ini sangat krusial. Pengendalian wabah tidak bisa hanya mengandalkan satu kementerian saja,” kata Tjandra.

Tinggalkan Balasan