Jakarta, ERANASIONAL.COMIsu penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku siomay kembali ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Beberapa konten viral menunjukkan siomay murah yang diduga terbuat dari ikan sapu-sapu, ikan air tawar yang dikenal sering hidup di perairan perkotaan yang tercemar. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran luas dari masyarakat terkait keamanan pangan dan potensi dampak kesehatan akibat konsumsi ikan jenis ini.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, angkat suara. Dalam pernyataannya di Jakarta, ia menegaskan bahwa ikan sapu-sapu pada dasarnya bukan ikan beracun dan tidak memiliki racun intrinsik untuk manusia. Menurut Nadia, risiko kesehatan yang diperdebatkan justru lebih berkaitan dengan lingkungan tempat ikan itu hidup, bukan jenis ikan itu sendiri.

dr. Nadia menekankan bahwa potensi bahaya makanan berbasis ikan terletak pada kualitas lingkungan perairan dan apa yang dikonsumsi ikan tersebut selama hidupnya. Ikan sapu-sapu sering ditemukan di sungai dan rawa yang tercemar limbah, termasuk di kawasan perkotaan seperti Sungai Ciliwung, yang menyimpan risiko kontaminasi tinggi.

“Kita perlu membedakan antara jenis ikan dengan kondisi habitatnya. Ikan yang hidup di perairan yang tercemar memiliki peluang lebih besar mengandung zat berbahaya, bukan karena ikan itu sendiri beracun,” jelas Nadia.

Beberapa penelitian ekologis menunjukkan bahwa ikan di perairan tercemar dapat bioakumulasi logam berat seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd), dan arsenik (As) di jaringan tubuhnya melalui rantai makanan. Bioakumulasi adalah proses di mana zat berbahaya terakumulasi sepanjang waktu di tubuh organisme yang hidup di lingkungan terpolusi. Paparan logam berat melalui konsumsi ikan yang terkontaminasi telah dikaitkan dengan risiko kesehatan yang serius—termasuk gangguan saraf, gangguan ginjal, dan potensi kanker—terutama pada paparan jangka panjang.

Walaupun ikan secara umum merupakan sumber protein dan nutrisi penting yang sehat untuk manusia, ketika lingkungan tempat ikan itu hidup tercemar limbah industri, rumah tangga, atau pertanian, zat-zat tersebut dapat masuk dan tertahan dalam jaringan ikan. Mengolah ikan dengan cara dimasak saja tidak cukup untuk menghilangkan kontaminan tersebut.