Amalia menjelaskan bahwa penurunan tingkat kemiskinan tidak terlepas dari kondisi ekonomi makro yang relatif stabil. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 tercatat 5,04 persen secara tahunan (year on year).
Selain itu, pengeluaran konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2025 mencapai Rp1.786,7 triliun, meningkat 2,62 persen dibandingkan kuartal I 2025 dan naik 4,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, selama Agustus 2024 hingga Agustus 2025 tercatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,90 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal mencapai 61,84 juta orang atau 42,20 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
BPS juga mencatat peningkatan signifikan di sektor pertanian. Luas panen padi pada September 2025 mencapai 1,13 juta hektare, naik hampir 49 persen dibandingkan Februari 2025.
Produksi padi untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 5,97 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, realisasi penyaluran bantuan sosial hingga akhir September 2025 mencapai Rp112,7 triliun atau 75,5 persen dari target APBN, turut berperan dalam menjaga daya beli kelompok rentan.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan