Jakarta, ERANASIONAL.COM – ‎Kementerian Pertahanan menunjukkan perhatian penuh kepada keluarga 23 prajurit Korps Marinir yang gugur akibat bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hadir langsung di Markas Komando Korps Marinir di Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (18/2), untuk menyampaikan dukacita sekaligus memberikan dukungan moril.

Para prajurit yang berpulang merupakan bagian dari Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa dan Brigade Infanteri 4 Marinir, yang saat kejadian tengah menjalankan tugas. Bencana longsor yang terjadi pada akhir bulan lalu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar TNI AL.

Setibanya di lokasi, Menhan disambut keluarga para prajurit yang memenuhi gedung Mako Kormar. Dalam suasana yang penuh haru, Sjafrie berdialog satu per satu memberikan penguatan, baik sebagai pribadi maupun sebagai Menhan.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab saya, masa depan keluarga para prajurit menjadi perhatian utama. Mereka gugur saat menjalankan tugas negara, dan negara harus hadir untuk mendampingi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sjafrie.

Ia menjelaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, untuk memastikan seluruh hak dan dukungan bagi keluarga korban terpenuhi.

Sjafrie Sjamsoeddin juga menyampaikan pesan belasungkawa dan penghormatan dari Prabowo Subianto, yang menilai pengorbanan para prajurit sebagai wujud tertinggi pengabdian kepada negara.

Menurut Sjafrie, perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan awal yang telah diberikan. Negara, tegasnya, akan terus mendampingi keluarga para prajurit agar tetap mendapat jaminan dan kepastian masa depan.

Komitmen serupa juga disampaikan jajaran TNI AL yang hadir, termasuk Laksamana Ali, pimpinan Korps Marinir, serta pejabat tinggi Kementerian Pertahanan. Mereka memastikan negara tetap berada di sisi keluarga prajurit sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan almarhum.