Jakarta, ERANASIONAL.COM – Prabowo Subianto sudah meminta partai politik pendukungnya untuk menyiapkan kadernya agar siap menjadi menteri di kabinet pemerintahan mendatang.

Salah satu parpol yang sudah diminta ialah Partai Demokrat.

“Bapak Prabowo juga sudah memerintahkan kepada saya, untuk menyiapkan sejumlah kader terbaik Partai Demokrat, yang akan membantu Bapak di kabinet dan pemerintahan mendatang,” kata Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rabu 28 Maret 2024.

Namun AHY enggan membeberkan nama yang ditunjuk menjadi menteri di pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Nah kami tidak ingin, pertama menuntut yang lain-lain. Kami sendiri tentunya menghormati karena Beliau adalah seorang pemimpin yang punya komitmen. Itu yang kami pegang adalah komitmen. Dan tentunya Beliau juga dengan niat yang bersih dan terbuka untuk terus berkomunikasi dengan kami Partai Demokrat,” ujar putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Sebelumnya, Prabowo sempat memberikan sinyal kepada Partai Amanat Nasional (PAN) bahwa dirinya bakal memberikan jatah menteri lebih.

Oleh karena itu, Prabowo berkelakar meminta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketua Majelis Penasihat PAN Hatta Rajasa tidak terkejut jika Prabowo memberikan jatah lebih itu untuk PAN.

“Prabowo Subianto tidak akan melupakan mereka yang berjuang. Nanti Pak Zulkifli Hasan dan Pak Hatta Rajasa mungkin kaget, mungkin yang diminta X, mungkin yang dikasih lebih-lebih dari X, tetapi syaratnya, tentunya memang akan diberi putra/putri yang terbaik,” kata Prabowo dalam acara buka bersama kader-kader PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis 21 Maret 2024.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku dirinya belum diminta oleh capres terpilih Prabowo Subianto menyiapkan kader untuk duduk di pemerintahan.

Hal itu disampaikan Airlangga usai buka puasa bersama Presiden Jokowi dengan jajaran Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Kamis 28 Maret 2024.

“Oh belum, kita puasa dulu,” kata Airlangga.

Menurut dia, Partai Golkar memiliki banyak kader potensial.

Selain di legislatif, para kader Golkar siap ditempatkan di lembaga eksekutif.

“Golkar kita punya kader banyak sekali, jadi kita siap ditempatkan di mana saja baik di legislatif maupun di eksekutif,” katanya. []