Jakarta, ERANASIONAL.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa digantikannya kelas BPJS menjadi kelas rawat inap standar (KRIS) agar semua kalangan akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama.

“BPJS sebagai asuransi sosial itu harus menanggung seluruh 280 juta rakyat Indonesia tanpa kecuali, jadi dengan layanan minimalnya berapa. Sehingga kalau ada dia mendadak sakit, siapapun dia, kaya – miskin, di kepulauan atau di mana dia juga bisa terlayani,” ungkap Budi kepada wartawan di DPR RI.

Menyoal iuran BPJS dengan hadirnya kelas rawat inap standar (KRIS), Budi mengatakan pada tahun 2025 akan menyederhanakan iuran BPJS dari yang tadinya jenjang kelas 1, 2, 3 berbeda setiap iurannya akan direncanakan dijadikan satu namun realisasinya bertahap.

“Iurannya, iurannya nanti akan kita sederhanakan, karena sekarang kan iurannya terlalu berjenjang, kita lihat yang kelas 3 ini mau kita standar kan, sehingga jangan terlalu dibedakan dong antara kelas 3, kelas 2, kelas 1 minimalnya. Ini kita mau standarkan,” jelas Budi.

“Dan ke depannya iuran ini harus arahnya jadi satu, tapi akan kita lakukan bertahap, karena yang namanya kelas-kelas itu bagusnya ditanggung oleh asuransi swasta,” tegasnya.

Untuk penyesuaian tersebut, Budi mengaku saat ini sedang mempertimbangkan batas iuran BPJS 2025 akan mengarah pakai kelas berapa melalui Permenkes yang kini tengah digodok.

“Sebenarnya sebentar lagi sudah final kok, dan itu yang dibicarakan juga dengan BPJS, dibicarakan juga dengan asosiasi rumah sakit,” ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan tujuan dari kelas rawat inap standar (KRIS) menggantikan kelas BPJS.

Pertama kata dia, untuk meningkatkan standar minimum layanan sehingga di seluruh Indonesia standar minimum layanan kelas BPJS standarnya itu lebih baik. “Contoh satu kamar ada yang isinya enam, delapan, sekarang diwajibkan satu kamar isinya maksimal empat,” ungkap Budi.

Tujuan kedua, ada kamar-kamar rawat inap BPJS yang tidak memiliki fasilitas kamar mandi.

“Sekarang harus ada kamar mandi di dalam jadi gak usah di luar. Contoh, dulu tidak ada tirai-tirai pemisah. Jadi privacy-nya kalo ada sakit, jerit-jerit apa sebelahnya terganggu, sekarang ada privacy-nya dan ada hal-hal lain yang secara fisik bangunan kita tentukan,”ucapnya.