Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Presiden Prabowo mengungkapkan amarahnya kepada pihak yang sudah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp13,2 triliun. Ini berkaitan dengan Tindak Pidana Korupsi Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya.

Dengan adanya keruigian negara tersebut, kata Prabbowo, bisa digunakan untuk renovasi 8 ribu sekolah.

“Rp13 triliun ini kita bisa memperbaiki dan merenovasi 8.000 sekolah lebih,” kata Prabowo di Kejaksaan Agung, Senin (20/10).

Prabowo menyatakan uang sebesar itu juga bisa digunakan untuk membangun 600 kampung nelayan. Ia menyebut 80 tahun Indonesia merdeka, nelayan belum diperhatikan oleh negara.

Prabowo mengaku masih mendapat laporan terkait aksi jaksa di daerah yang melakukan pelanggaran. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada lagi aksi kriminalisasi khususnya terhadap rakyat kecil.

“Orang kecil, orang lemah itu hidupnya sudah sangat susah. Jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari,” jelasnya.

Ia lantas mencontohkan beberapa kasus yang sempat terjadi seperti penangkapan anak SD karena mencuri ayam. Menurutnya penegakan hukum di kasus tersebut sangat tidak masuk akal.

“Saya ingat benar, ada anak SD, anak di bawah umur ditangkap karena mencuri ayam. Saya ingat benar itu. Ini tidak masuk di akal,” tuturnya.

“Hakim, Jaksa ada apa ngejar, iya kan. Anda pasti ingat peristiwa itu. Ada lagi ibu-ibu ditangkap mencuri pohon. Mungkin ingat juga peristiwa itu. Ada apa?,” imbuhnya.

Prabowo mengingatkan agar penegakan hukum harus dilakukan dengan mengedepankan hati nurani. Jangan sampai, kata dia, masih ada istilah hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah di masyarakat.

“Orang kecil, orang lemah harus dibela, harus dibantu. Kalau perlu si hakim, si jaksa atau si polisi pakai uangnya sendiri ganti ayamnya, anaknya dibantu. Anak itu saya ingat saya panggil tuh ke Hambalang saya kasih beasiswa,” katanya.