Jakarta, ERANASIONAL.COM – Setelah sekian lama tak muncul ke publik, anggota DPR nonaktif Ahmad Sahroni akhirnya angkat bicara. Ia tampil dengan nada tegas dan penuh emosi setelah rumah mewahnya dijarah massa beberapa waktu lalu.

Melalui sebuah video yang viral di TikTok pada Senin (3/11), Sahroni menyampaikan kekecewaannya terhadap para pelaku penjarahan. Bukan hanya karena kehilangan harta benda, tapi juga karena ia merasa telah difitnah.

Menurut Sahroni, aksi itu muncul akibat framing menyesatkan bahwa rumahnya dibangun dari uang rakyat hasil korupsi. Ia membantah keras tudingan tersebut.

“Saya alhamdulillah tidak korupsi, tapi dianggap rumah ini adalah duit rakyat dari hasil pajak,” tegas Sahroni dalam video, dikutip eranasional, Selasa (4/11).

Politikus yang dikenal blak-blakan itu kemudian melontarkan sindiran tajam kepada para penjarah.

Dengan nada pedas, ia menuding pelaku justru bukan pembayar pajak, melainkan pihak yang kerap menerima bantuan pemerintah.

“Saya yakin tuh orang-orang yang teriak itu boro-boro bayar pajak, pasti nunggu sembako juga,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sorotan karena dianggap menampar keras kelompok yang melakukan perusakan dengan dalih “uang rakyat”.

Sahroni menyayangkan, banyak masyarakat yang mudah terprovokasi oleh narasi politik tanpa memahami konteks sebenarnya. Ia menyebut para pelaku sebagai korban “pembodohan publik”.

“Sayang bapak ibu, konteks politik di ruang publik ini di-frame oleh orang yang gak ngerti kondisi sebenarnya,” tutur Sahroni.

Ia bahkan menyindir keras pihak yang terus menggulirkan isu tanpa dasar.

“Ini kalau nggak ditutup sama terpal omongannya, ya Allah ya Tuhan,” ujarnya sambil menggeleng.

Sahroni juga menjelaskan alasan di balik “menghilangnya” ia dari sorotan publik sejak kasus itu mencuat. Menurutnya, situasi saat itu sangat berat karena ia merasa menjadi musuh bersama masyarakat.

“Kenapa saya baru hadir lagi hari ini? Karena semua orang membenci saya, semua orang mencari saya,” ungkapnya.

Kemunculan kembali Sahroni kali ini bukan sekadar klarifikasi soal kekayaannya, tetapi juga pembelaan diri.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak korupsi, sementara para pelaku penjarahan hanyalah korban hoaks dan propaganda.