Pembangunan 10 universitas baru ini dinilai sebagai langkah lanjutan untuk memperluas dan memperdalam kerja sama strategis tersebut.

Dalam rencana tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa universitas-universitas baru ini akan menerima lulusan terbaik dari seluruh Indonesia. Pemerintah berkomitmen menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswa terpilih, sehingga akses pendidikan berkualitas tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang bagi dosen dan profesor dari luar negeri untuk mengajar dan melakukan riset di kampus-kampus baru tersebut.

“Kami terbuka untuk menerima dosen dan profesor asing, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan,” ujar Prabowo.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di tingkat global.

Presiden Prabowo optimistis bahwa proses pendirian universitas-universitas baru ini dapat berjalan sesuai rencana. Ia menargetkan kampus-kampus tersebut sudah mulai menerima mahasiswa pada awal tahun 2028.

“Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok mahasiswa pertama di Indonesia,” katanya.

Target tersebut menunjukkan ambisi pemerintah untuk bergerak cepat, mengingat kebutuhan tenaga medis dan sains yang terus meningkat setiap tahun.