Jakarta, ERANASIONAL.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan pentingnya penguatan pengawasan obat dan makanan yang responsif gender, menyusul perhatian publik terhadap kasus meninggalnya pesohor Lula Lahfah. Menurutnya, pengawasan yang komprehensif dan berperspektif gender merupakan bagian penting dalam melindungi perempuan dan anak sebagai kelompok strategis dalam pembangunan nasional.
Arifah menyampaikan bahwa pengawasan obat, makanan, dan produk kesehatan bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar manusia, terutama hak atas kesehatan, rasa aman, serta kualitas hidup yang layak. Ia menekankan bahwa perempuan dan anak memiliki posisi krusial karena jumlahnya mendominasi struktur demografi Indonesia.
“Dalam konteks tersebut, perempuan dan anak memiliki peran yang sangat penting. Berdasarkan data, jumlah perempuan dan anak mencapai hampir tiga perempat dari total penduduk Indonesia,” ujar Arifah dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, perempuan mencakup sekitar 49,8 persen dari total populasi Indonesia, sementara anak-anak mencapai sekitar 24 persen. Menurut Arifah, komposisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas perempuan dan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Ia menegaskan bahwa perempuan memegang peran sentral dalam membentuk generasi unggul, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan publik, termasuk pengawasan obat dan makanan, harus dirancang dengan perspektif gender agar mampu menjawab kebutuhan spesifik perempuan dan anak.
“Pentingnya kebijakan publik yang berperspektif gender perlu terus digaungkan. Kebijakan yang tampak netral belum tentu responsif gender, karena kebutuhan dan kondisi perempuan dan laki-laki tidak selalu sama, termasuk dalam aspek kesehatan,” ujar Arifah.
Dalam praktiknya, Arifah menyoroti masih adanya tantangan yang dihadapi perempuan dalam mengakses informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami. Banyak perempuan, khususnya ibu, belum mendapatkan informasi yang memadai terkait keamanan obat, makanan, serta produk kesehatan lainnya yang dikonsumsi oleh keluarga.

Tinggalkan Balasan