Selain itu, Menteri PPPA juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap makanan jajanan anak sekolah. Ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian PPPA, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan makanan yang beredar di lingkungan sekolah aman dan sehat, sekaligus mencegah terjadinya kasus keracunan pangan yang dapat membahayakan tumbuh kembang anak.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat kebijakan, tetapi juga aktor utama perubahan. Perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, aman, adil, dan berkeadilan gender menuju Indonesia Emas 2045,” kata Arifah.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap meninggalnya pesohor Lula Lahfah, yang memicu berbagai spekulasi di media sosial terkait penyebab kematiannya. Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan penyalahgunaan gas tertawa atau nitrous oxide (N2O), yang dikenal dengan sebutan Whip Pink.
Menanggapi isu tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan gas tertawa. Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa penggunaan N2O di luar konteks medis sangat berisiko bagi kesehatan.
“Di luar penggunaan medis, N2O sering disalahgunakan sebagai inhalan untuk mendapatkan efek euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan,” ujar Suyudi di Jakarta, Selasa.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan