Adapun stimulus Lebaran 2026 yang tengah disiapkan diperkirakan mencakup:

1. Diskon Transportasi

Pemerintah berencana kembali memberikan insentif atau diskon tiket transportasi, khususnya untuk moda angkutan massal seperti pesawat, kereta api, dan angkutan laut. Kebijakan ini bertujuan menekan biaya perjalanan mudik dan mendorong pergerakan masyarakat antardaerah.

2. Bantuan Sosial (Bansos)

Stimulus juga akan diperkuat melalui penyaluran bantuan sosial kepada kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Bansos diharapkan dapat menjaga daya beli sekaligus menggerakkan konsumsi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

3. Kebijakan Work From Anywhere (WFA)

Pemerintah kembali mempertimbangkan penerapan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor tertentu. Skema ini dinilai efektif mengurai kepadatan arus mudik sekaligus memperpanjang masa tinggal masyarakat di daerah tujuan, sehingga belanja lokal ikut meningkat.

Airlangga menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun 2024, pertumbuhan ekonomi 2025 lebih banyak ditopang oleh peran aktif pemerintah. Selain stimulus konsumsi, pemerintah juga memberikan berbagai insentif fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain:

  • PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti

  • Insentif PPN transportasi udara, khususnya tiket pesawat

  • Pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan

“Banyak stimulus yang kami berikan, dan itu yang membedakan kinerja ekonomi dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Airlangga.