Zulhas menambahkan bahwa pemerintah juga memberi perhatian khusus pada keberlangsungan program makan bergizi gratis. Menurutnya, program tersebut memerlukan pasokan bahan pangan yang memadai dan stabil, sehingga pengawasan terhadap sektor produksi, terutama padi dan beras, menjadi sangat penting.

“Produksi padi kita awasi, stok beras juga pengadaannya harus berlangsung dengan baik,” ujar Zulhas.

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat untuk menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi pangan nasional.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tekanan inflasi hampir selalu terjadi pada awal Ramadan dan cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau secara konsisten menjadi penyumbang utama inflasi menjelang Idul Fitri.

Awal Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada 18 Februari. Pudji menyebut sejumlah komoditas pangan berpotensi memberikan andil besar terhadap inflasi pada periode tersebut. Komoditas yang dimaksud antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, serta cabai rawit. Menurutnya, pola ini hampir selalu berulang setiap tahun seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga.

“Komoditas-komoditas ini mungkin dapat kita antisipasi karena kita sudah mulai memasuki Ramadan pada bulan depan,” ujar Pudji dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini agar lonjakan harga dapat diredam.

Berdasarkan catatan BPS, sejak tahun 2021 hingga 2025, kelompok makanan, minuman, dan tembakau selalu menjadi kontributor terbesar inflasi pada awal Ramadan. Inflasi tertinggi tercatat pada awal Ramadan 2025 yang mencapai 1,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Besaran inflasi tersebut dipengaruhi oleh perbedaan waktu awal Ramadan setiap tahunnya, serta kondisi pasokan dan distribusi pangan di dalam negeri.