Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, menyoroti dinamika awal menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dengan mengaitkan kemunculan nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam bursa bakal calon presiden. Ia mengingatkan adanya pola politik yang dinilai memiliki kemiripan dengan peristiwa menjelang Pilpres 2004, ketika figur menteri aktif kemudian tampil sebagai penantang petahana.

Dalam sebuah diskusi publik yang digelar DPP Indonesia Youth Congress di Tamarin Hotel, Jakarta, Senin (2/3/2026), Ray mengulas pengalaman politik dua dekade silam saat Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai kandidat presiden. Kala itu, SBY masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Menurut Ray, situasi tersebut menghadirkan dinamika yang pada akhirnya mengubah peta politik nasional secara signifikan.

Ray menjelaskan bahwa pada 2004, publik menyaksikan bagaimana seorang perwira tinggi TNI yang berada di lingkar kekuasaan kemudian berkembang menjadi figur alternatif di luar kekuasaan. Saat ditanya mengenai kemungkinan maju dalam pemilihan presiden, jawabannya dinilai tidak tegas, tetapi aktivitas politik di lapangan terus berjalan. Kondisi itu memunculkan ketegangan politik yang berujung pada pencopotan dari jabatan kabinet. Namun alih-alih meredup, langkah tersebut justru menjadi momentum yang mendorong popularitasnya.

Keputusan politik yang diambil saat itu, lanjut Ray, justru memberi efek elektoral yang besar. Setelah tidak lagi berada di dalam kabinet, SBY memiliki ruang lebih luas untuk membangun citra sebagai figur perubahan. Ia kemudian mendirikan Partai Demokrat dan melaju dalam kontestasi Pilpres 2004. Hasilnya, ia berhasil mengungguli Megawati dalam pemilihan langsung pertama di Indonesia dan membuka babak baru dalam sejarah demokrasi nasional.