Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global Arm Limited untuk mengembangkan industri semikonduktor di dalam negeri. Proyek yang masih dalam tahap pembahasan tersebut diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar 200 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan sekitar Rp3,38 triliun.

Rencana kolaborasi ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih berada dalam proses negosiasi dengan perusahaan teknologi asal Inggris tersebut sehingga belum semua detail kerja sama dapat dipublikasikan secara terbuka.

Menurut Airlangga, pembicaraan antara kedua pihak masih berlangsung dan berbagai aspek teknis maupun investasi masih terus dimatangkan. Karena masih dalam tahap negosiasi, pemerintah belum dapat mengungkapkan seluruh rincian mengenai proyek tersebut kepada publik.

Meski demikian, ia memastikan bahwa rencana kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri teknologi tinggi di Indonesia, khususnya di sektor semikonduktor yang saat ini menjadi komponen vital dalam berbagai perangkat elektronik modern.

Airlangga menjelaskan bahwa rencana kerja sama terbaru ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang sebelumnya telah dijalin antara pemerintah Indonesia dan Arm Limited. Pada tahap awal, kolaborasi tersebut berfokus pada program pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan bagi para insinyur Indonesia di bidang teknologi semikonduktor.

Program pelatihan tersebut menargetkan sekitar 15 ribu insinyur Indonesia untuk mendapatkan peningkatan kapasitas dan keterampilan di sektor desain cip dan teknologi semikonduktor. Menurut Airlangga, proyek investasi yang kini tengah dibahas merupakan fase lanjutan dari kerja sama tersebut.