Ia menegaskan bahwa rencana investasi senilai sekitar US$200 juta itu tidak berkaitan langsung dengan program pelatihan 15 ribu insinyur yang sudah dirancang sebelumnya, melainkan merupakan tahap berikutnya dalam memperluas kolaborasi antara Indonesia dan Arm Limited.

Langkah pemerintah untuk memperkuat industri semikonduktor dinilai penting mengingat sektor tersebut menjadi tulang punggung bagi perkembangan teknologi digital global. Semikonduktor digunakan dalam berbagai perangkat mulai dari telepon pintar, komputer, kendaraan modern, hingga teknologi kecerdasan buatan.

Selain itu, meningkatnya permintaan global terhadap cip elektronik membuat banyak negara berupaya memperkuat rantai pasok semikonduktor mereka. Indonesia pun berupaya mengambil peluang tersebut dengan membangun kapasitas industri dalam negeri.

Sebelumnya, kesepakatan awal antara Indonesia dan Arm Limited telah dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau yang dikenal sebagai Danantara. Penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di London, Inggris, pada Februari lalu.

Momen kerja sama itu juga disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan resminya ke Inggris. Kehadiran presiden dalam agenda tersebut menegaskan pentingnya proyek pengembangan teknologi ini bagi masa depan ekonomi nasional.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, sebelumnya menyampaikan bahwa kemitraan dengan Arm Limited diharapkan mampu mendorong kemajuan teknologi sekaligus mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis inovasi.

Rosan menilai kolaborasi ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi pengembangan industri semikonduktor nasional, tetapi juga memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia dalam jangka panjang. Menurutnya, peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam membangun industri teknologi yang berdaya saing global.