Tanpa adanya aliran bisnis yang nyata dan berkelanjutan, skema seperti ini berisiko runtuh sewaktu-waktu. Ketika jumlah anggota baru menurun atau penarikan dana dibatasi, sebagian besar pengguna terutama yang bergabung belakangan berpotensi mengalami kerugian finansial.

Laporan lain menyebut bahwa proses pendaftaran aplikasi MBA tergolong sangat mudah dan cepat.

Calon pengguna hanya perlu mendaftar menggunakan kode undangan, tanpa proses verifikasi yang ketat. Setelah itu, pengguna langsung diberikan status atau jabatan tertentu yang menentukan besaran komisi yang bisa diperoleh.

Namun, untuk meningkatkan penghasilan, pengguna didorong untuk melakukan deposit tambahan agar bisa naik ke level yang lebih tinggi. Skema semacam ini sering kali digunakan dalam praktik investasi bodong untuk menciptakan ilusi peluang dan keuntungan besar.

Tidak Terdaftar di OJK

Pertanyaan penting yang kerap muncul adalah soal legalitas. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti resmi bahwa aplikasi MBA atau domain mba7.com terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun lembaga keuangan resmi lainnya di Indonesia.

Bahkan, informasi mengenai pemilik situs dan struktur perusahaan yang mengelola aplikasi tersebut cenderung minim atau tidak transparan. Data pendaftaran domain juga sering kali disembunyikan, sehingga sulit menelusuri siapa pihak yang bertanggung jawab atas operasional aplikasi tersebut.

Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran publik terkait kredibilitas dan keamanan dana pengguna.