Jakarta, ERANASIONAL.COMKamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak ekonomi yang sangat besar dan berpotensi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Program tersebut bahkan diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 3,5 persen.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang besar bagi dunia usaha di berbagai sektor, khususnya pangan, pertanian, dan logistik.

“Kalau kita bicara kepentingan bangsa, terutama anak-anak sebagai generasi masa depan, dampaknya sangat jelas. Dari target 82 juta penerima, saat ini sudah menjangkau sekitar 55 juta anak. Ini sangat berarti karena kita menginginkan lebih banyak insinyur, doktor, guru, hingga atlet di masa depan. Inilah fondasi awalnya,” ujar Anindya dalam diskusi Kadin bersama Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) di Menara Kadin Indonesia, Jakarta.

Anindya mengungkapkan, pemerintah menargetkan pembangunan 30 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 20 ribu dapur telah terbangun dan beroperasi.

Dalam pelaksanaannya, Kadin turut berkontribusi dengan membangun sekitar 1.000 dapur MBG yang didukung oleh partisipasi para anggota Kadin. Total nilai investasi yang digelontorkan diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.

“Program MBG ini adalah pintu masuk strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Ujung dari ketahanan pangan adalah hilirisasi. Hilirisasi pertanian hanya masuk akal jika ada kepastian permintaan, dan MBG memberikan kepastian itu,” jelas Anindya.