Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, yang hadir mewakili Kepala BGN Dadan Hindayana, menekankan bahwa tantangan utama dalam pelaksanaan MBG adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Target paling menantang bagi BGN adalah mencegah inflasi dan kelangkaan bahan pangan. Kami berharap Kadin, khususnya pelaku usaha pertanian dan peternakan, bisa memperbesar kapasitas produksi,” ujar Tigor.
Ia menyebutkan, kebutuhan beras untuk mendukung program MBG saja bisa mencapai 3 juta ton per tahun, sehingga kolaborasi dengan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan.
Ketua Umum GAPEMBI, Alven Stony, menilai diskusi mengenai MBG merupakan hal strategis yang saat ini menjadi perhatian nasional. Menurutnya, MBG adalah salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan.
“Program MBG ini menjadi hot topic di Indonesia. Kami mendukung penuh sebagai program prioritas Presiden Prabowo. Tentu dalam pelaksanaannya akan ada kritik, dan itu penting sebagai bagian dari penyempurnaan ke depan,” kata Alven.

Tinggalkan Balasan