Di sisi lain, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat. Hingga kini, Presiden Donald Trump belum menanggapi langsung pernyataan Khamenei. Pihak BBC menyatakan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar resmi.

Pada hari yang sama, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa Iran tengah menyiapkan opsi untuk menargetkan pangkalan militer Amerika di kawasan. Washington memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi “kekuatan yang sangat, sangat dahsyat” jika melancarkan serangan semacam itu.

Pemerintah AS juga meminta Teheran untuk tidak “bermain-main dengan Presiden Trump”. Pernyataan tersebut menandai meningkatnya retorika keras di tengah situasi regional yang memanas.

Sebelumnya, Trump sempat mengatakan bahwa ia menerima laporan bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti, meskipun ia tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer terhadap Teheran. Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat dan Inggris dilaporkan mengurangi jumlah personel di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar sebagai langkah pencegahan, menurut pejabat yang dikutip CBS News.

Situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah kini masih menjadi sorotan dunia internasional, dengan kekhawatiran bahwa eskalasi konflik dapat meluas jika ketegangan diplomatik dan militer tidak segera diredam.