Hingga saat ini, BGN mencatat terdapat 21.102 SPPG yang telah beroperasi dan menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat. Untuk menjalankan layanan tersebut, kebutuhan dana operasional harian diperkirakan mencapai Rp 855 miliar.
Angka ini mencerminkan besarnya skala program MBG sekaligus tantangan dalam menjaga efektivitas dan efisiensi pelaksanaannya di lapangan.
Dadan menjelaskan bahwa struktur anggaran Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk mendukung keberlanjutan pasokan dan kualitas layanan. Dari total anggaran MBG: Sekitar 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku pangan, 20 persen digunakan untuk biaya operasional, termasuk relawan dan 10 persen dialokasikan untuk insentif mitra.
Komposisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran MBG langsung mengalir ke sektor pangan dan pemasok, yang diharapkan memberikan efek pengganda bagi perekonomian lokal.
Program Makan Bergizi Gratis resmi mulai berjalan pada 6 Januari 2025 dengan tahap awal melibatkan 190 SPPG di 26 provinsi. Sejak itu, kapasitas layanan terus ditingkatkan secara bertahap seiring kesiapan infrastruktur dan sumber daya.
BGN memastikan perluasan program akan tetap memperhatikan aspek kualitas, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
Ke depan, BGN berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi desa, BUMDes, UMKM, dan masyarakat dapat memperkuat pelaksanaan MBG sebagai program strategis nasional.

Tinggalkan Balasan