Jakarta, ERANASIONAL.COMBadan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mendorong keterlibatan lebih besar Koperasi Desa Merah Putih sebagai pemasok bahan baku pangan. Penguatan rantai pasok berbasis desa dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus memperluas dampak ekonomi di tingkat lokal.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pada 2026 pemerintah berharap semakin banyak Koperasi Desa Merah Putih terlibat aktif dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung program prioritas nasional tersebut.

“Diharapkan tahun ini kontribusi Koperasi Desa Merah Putih akan terus meningkat,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Menurut Dadan, keterlibatan koperasi desa sebagai pemasok MBG memiliki nilai strategis ganda. Selain menjamin ketersediaan bahan pangan segar dan berkelanjutan, skema ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi desa serta memperkuat kemandirian pangan nasional.

BGN menilai, pendekatan berbasis desa akan memperpendek rantai distribusi, menekan biaya logistik, serta memastikan bahan baku yang digunakan dalam program MBG berasal dari sumber yang lebih dekat dengan lokasi penerima manfaat.

“Penguatan pemasok lokal menjadi salah satu kunci agar program ini berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” kata Dadan.

BGN mencatat, hingga 20 Januari 2026, jumlah pemasok bahan baku pangan untuk Program MBG telah mencapai 61.857 pihak. Angka ini menunjukkan ekosistem pendukung MBG yang terus berkembang seiring perluasan cakupan program.