Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Sejumlah pemilik kendaraan di wilayah Jabodetabek dibuat kebingungan dengan kondisi terkini di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar milik Shell Indonesia yang hingga kini masih mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM). Situasi ini terlihat dari tidak adanya aktivitas pengisian BBM di beberapa SPBU, bahkan papan informasi harga di lokasi tersebut menunjukkan angka nol rupiah.

Fenomena plang harga bertuliskan Rp 0 tersebut menjadi simbol nyata bahwa seluruh produk BBM di SPBU tersebut untuk sementara tidak tersedia. Kondisi ini kontras dengan SPBU lain di sekitar lokasi yang tetap beroperasi normal dan melayani pengisian bahan bakar seperti biasa.

Sejumlah pengendara yang biasa menggunakan BBM dari Shell mengaku kebingungan dan mulai mempertanyakan kapan pasokan akan kembali normal. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya beralih ke SPBU lain demi memenuhi kebutuhan bahan bakar harian, meskipun sebelumnya telah memiliki preferensi terhadap produk Shell yang dikenal memiliki kualitas tinggi.

Jika dibandingkan dengan SPBU milik BP maupun Vivo Energy, kondisi di SPBU Shell terlihat jauh berbeda. Kedua jaringan SPBU tersebut tetap beroperasi tanpa gangguan berarti, dengan stok BBM yang tersedia dan aktivitas kendaraan yang relatif ramai.

Di sisi lain, banyak SPBU Shell justru tampak lengang, tanpa antrean kendaraan maupun aktivitas pengisian bahan bakar. Situasi ini tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga memberikan kesan bahwa operasional SPBU berjalan tidak maksimal dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi kekosongan BBM ini sebenarnya bukan kejadian baru. Sejak beberapa bulan terakhir, indikasi kelangkaan sudah mulai dirasakan oleh pelanggan setia Shell. Bahkan, sebagian konsumen menyebut bahwa tanda-tanda keterbatasan pasokan telah muncul sejak tahun sebelumnya, meskipun pada saat itu belum terlalu mencolok.