Melalui keterangan resmi di situsnya, pihak Shell menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa produk BBM mereka untuk sementara tidak tersedia, tanpa memberikan rincian waktu pasti mengenai kapan pasokan akan kembali normal.
Seluruh lini produk BBM dilaporkan terdampak dalam kondisi ini, mulai dari Shell Super hingga varian premium seperti Shell V-Power, Shell V-Power Diesel, dan Shell V-Power Nitro+. Padahal, produk-produk tersebut selama ini menjadi pilihan bagi pengguna kendaraan yang mengutamakan performa mesin dan efisiensi bahan bakar.
Di tengah situasi tersebut, perusahaan disebut masih melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait proses perizinan impor BBM untuk tahun berjalan. Proses administrasi dan regulasi yang harus dilalui diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi bahan bakar ke jaringan SPBU mereka.
Pengamat energi menilai bahwa ketergantungan pada impor dalam memenuhi kebutuhan BBM memang memiliki risiko tersendiri, terutama jika terjadi kendala dalam proses perizinan atau distribusi. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan harus mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar tidak menimbulkan gangguan di tingkat konsumen.
Meski layanan pengisian BBM tidak berjalan, sejumlah fasilitas lain di SPBU Shell tetap beroperasi seperti biasa. Layanan ritel seperti Shell Select dan deli2go masih melayani pelanggan, begitu juga dengan fasilitas tambahan seperti bengkel kendaraan dan pengisian daya listrik melalui Shell Recharge di beberapa lokasi tertentu.
Hal ini menunjukkan bahwa operasional SPBU tidak sepenuhnya berhenti, meskipun fungsi utamanya sebagai tempat pengisian bahan bakar sedang terganggu. Namun demikian, bagi sebagian besar pelanggan, ketiadaan BBM tetap menjadi persoalan utama yang tidak bisa diabaikan.

Tinggalkan Balasan