Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam perayaan tersebut, antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, pengusaha James Riady, Siti Hartati Murdaya, hingga legenda bulu tangkis Susi Susanti. Kehadiran mereka memperlihatkan dimensi lintas sektor dalam acara yang memadukan seni, budaya, dan kegiatan sosial itu.

Bagi sebagian kalangan, nilai Rp 6,5 miliar yang dicapai dalam lelang ini menunjukkan bahwa karya seni dapat menjadi medium efektif untuk penggalangan dana sosial. Tradisi charity auction sendiri telah lama dikenal dalam berbagai kegiatan filantropi, baik di dalam maupun luar negeri.

Momentum Imlek 2477 Kongzili menjadi latar simbolik yang memperkuat pesan persatuan dan optimisme. Dalam budaya Tionghoa, tahun kuda api dipercaya membawa karakter energik, berani, dan penuh semangat. Nilai-nilai tersebut selaras dengan pesan yang ingin disampaikan SBY melalui karyanya.

Dengan hasil lelang yang signifikan dan komitmen untuk menyalurkannya bagi kepentingan kemanusiaan, acara ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang refleksi tentang pentingnya solidaritas sosial. Lukisan kuda api itu kini bukan sekadar karya seni, melainkan simbol kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus penanda bahwa seni dapat menjadi jembatan antara ekspresi personal, nilai budaya, dan aksi kemanusiaan.