Dalam keterangannya, Kamelia juga menyinggung tekanan mental yang dirasakan selama mendampingi proses hukum sang kekasih. Ia mengaku lelah menghadapi persoalan yang datang silih berganti, namun merasa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap berada di sisi Ammar hingga perkara ini tuntas.

Baginya, mendampingi seseorang dalam situasi sulit adalah bentuk komitmen yang tidak mudah dijalani, terlebih ketika sorotan publik begitu besar.

Kuasa hukum Ammar sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya menghadirkan saksi yang relevan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kasus ini.

Sementara itu, jaksa penuntut umum menegaskan proses persidangan akan tetap berjalan sesuai agenda, dengan atau tanpa kehadiran saksi tertentu, selama unsur pembuktian telah dianggap cukup.

Pengamat hukum pidana dari salah satu universitas negeri di Jakarta menilai dinamika seperti ini kerap terjadi dalam perkara narkotika yang melibatkan figur publik. Menurutnya, tekanan opini publik dan pemberitaan media dapat memperbesar beban psikologis terdakwa maupun keluarga yang mendampingi.

Ia menekankan pentingnya proses pembuktian yang objektif dan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

Di tengah situasi tersebut, Kamelia secara terbuka juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Ammar.

Ia menyebut ada kesepakatan pribadi yang menurutnya telah dilanggar, meski tidak merinci lebih jauh isi kesepakatan tersebut. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa beban yang ia tanggung bukan hanya terkait aspek hukum, tetapi juga persoalan personal yang menyertainya.