Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Es gabus, atau yang juga dikenal sebagai es kue, merupakan salah satu jajanan tradisional yang lekat dengan nostalgia masa kecil. Terbuat dari campuran tepung dan santan yang dibekukan, es gabus dikenal memiliki tekstur khas yang empuk, kenyal, dan berpori halus bahkan sering disebut mirip spons atau gabus saat digigit.

Meski terlihat sederhana, ternyata tekstur unik es gabus bukan terbentuk secara kebetulan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta mengungkap bahwa karakteristik khas jajanan jadul ini merupakan hasil dari proses pengolahan yang melibatkan reaksi ilmiah antar bahan penyusunnya.

“Rahasia tekstur es gabus yang kenyal dan berpori terletak pada proses pengolahan serta interaksi bahan, khususnya antara tepung hunkue dan santan,” tulis BPOM Jakarta melalui unggahan di akun Instagram resmi @bpom.jakarta.

BPOM menjelaskan, bahan utama es gabus adalah tepung hunkue atau pati kacang hijau yang dicampur dengan santan. Kombinasi ini menjadi kunci pembentukan struktur khas es gabus.

Proses pembuatan dimulai dengan mencampurkan tepung hunkue, santan, air, dan gula, kemudian adonan tersebut dipanaskan. Pada tahap pemanasan inilah terjadi proses penting yang disebut gelatinisasi pati.

Gelatinisasi terjadi ketika molekul pati menyerap air dan mengembang akibat panas. Struktur kristal pati akan pecah, lalu membentuk gel yang kental dan elastis. Proses ini membuat adonan es gabus berubah dari cair menjadi lebih padat dan lengket, sekaligus menjadi dasar tekstur kenyalnya.

“Gelatinisasi pati inilah yang memberi fondasi awal tekstur lembut pada es gabus,” jelas BPOM.

Selain pati, santan juga berperan besar. Kandungan lemak dalam santan membantu menghasilkan sensasi lembut dan creamy, sekaligus mencegah tekstur menjadi terlalu keras saat dibekukan.