Tekstur khas inilah yang membuat es gabus tetap digemari lintas generasi. Dari anak-anak hingga orang dewasa, banyak yang masih mencari jajanan ini karena sensasi makanannya yang berbeda dibandingkan es krim atau es lilin pada umumnya.

Selain rasanya yang manis dan gurih, es gabus juga menawarkan pengalaman tekstur yang unik lembut namun tidak mudah hancur, kenyal tetapi tidak liat.

BPOM menilai, pemahaman terhadap proses ilmiah di balik jajanan tradisional seperti es gabus penting untuk meningkatkan literasi pangan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terpengaruh isu keliru terkait keamanan makanan tradisional.

Es gabus menjadi contoh bahwa kuliner tradisional Indonesia tidak hanya kaya rasa, tetapi juga menyimpan proses ilmiah menarik di balik pembuatannya. Perpaduan sederhana antara tepung hunkue, santan, panas, dan dingin mampu menghasilkan tekstur yang khas dan sulit ditiru oleh makanan modern.

“Tekstur es gabus bukan kebetulan, melainkan hasil dari proses pengolahan pangan yang tepat,” tutup BPOM.

Tak heran jika jajanan jadul ini terus bertahan dan kembali populer di tengah tren nostalgia kuliner.