2. Brokoli

Brokoli merupakan sayuran kaya antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan otak. Dalam sekitar 160 gram brokoli matang, kandungan vitamin K-nya dapat memenuhi lebih dari 100 persen Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.

Vitamin K berperan dalam pembentukan sphingolipids, jenis lemak penting yang terdapat di sel-sel otak. Sejumlah penelitian pada lansia menunjukkan bahwa asupan vitamin K yang lebih tinggi berkaitan dengan fungsi memori dan kognitif yang lebih baik.

Selain itu, brokoli mengandung sulforaphane yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan untuk melindungi otak dari kerusakan.

3. Telur

Telur merupakan sumber nutrisi penting untuk fungsi otak, seperti vitamin B6, vitamin B12, folat, dan kolin (choline).

Dikutip dari Healthline, kolin berperan dalam pembentukan asetilkolin, neurotransmitter yang membantu mengatur suasana hati dan daya ingat. Meski penelitian tentang telur dan kesehatan otak masih terus berkembang, kandungan nutrisinya terbukti mendukung fungsi sistem saraf.

4. Biji Labu

Biji labu atau pumpkin seeds kaya akan serat, dengan hampir delapan gram serat dalam satu cangkir.

Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan gut-brain axis, yaitu jalur komunikasi antara usus dan otak. Dilansir dari Eating Well, kesehatan usus yang baik dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan efisiensi kerja otak.

Selain serat, biji labu juga mengandung mineral seperti magnesium dan antioksidan yang mendukung kesehatan saraf.