Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito dikenal sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta konsultan kardiologi intervensi. Sebagian besar karier profesionalnya ditempuh di lingkungan kesehatan militer.
Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di institusi kesehatan TNI sebelum akhirnya dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (Unhan) periode 2023–2025.
Latar belakang militer dan medis yang kuat dinilai menjadi modal penting dalam memimpin lembaga sebesar BPJS Kesehatan. Sejumlah analis menilai pengalaman manajerial di institusi militer dapat membantu penguatan disiplin organisasi serta tata kelola berbasis sistem.
Namun, tantangan di BPJS Kesehatan tidak hanya bersifat administratif. Persoalan pembiayaan klaim, integrasi data peserta, hingga kualitas layanan fasilitas kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi kepemimpinan baru.
Sebagai pengelola Program JKN, BPJS Kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Program ini mencakup layanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan pembiayaan menjadi perhatian utama. Meski kondisi keuangan relatif membaik dibanding periode defisit sebelumnya, dinamika klaim penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan gagal ginjal tetap menjadi beban signifikan.
Selain itu, digitalisasi sistem pelayanan dan integrasi rekam medis elektronik menjadi agenda strategis yang perlu dipercepat.
Susunan Direksi BPJS Kesehatan 2026–2031
Berikut jajaran Direksi BPJS Kesehatan periode 2026–2031:
Prihati Pujowaskito (Direktur Utama)
Abdi Kurniawan Purba (Direktur)
Akmal Budi Yulianto (Direktur)
Bayu Teja Muliawan (Direktur)
Fatih Waluyo Wahid (Direktur)
Setiaji (Direktur)
Vetty Yulianty Permanasari (Direktur)
Sutopo Patria Jati (Direktur)
Struktur ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal serta mempercepat pengambilan kebijakan strategis.

Tinggalkan Balasan