Jakarta, ERANASIONAL.COM — Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap proyek pembangunan jalur kereta Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub wilayah Jawa Timur.

Adapun pemeriksaan terhadap mantan Menhub tersebu dilakukan di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/3/2026).

“Hari ini penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Bks selaku mantan Menhub di era Presiden ke-7 RI Jokowi,” ucap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin.

Budi menyebut ada sejumlah hal yang didalami penyidik dari pemeriksaan terhadap Budi Karya. Di antaranya soal mekanisme pengadaan di DJKA yang berada dalam lingkup Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Di mana proyek-proyek di DJKA ini ada di sejumlah tempat, ada dari Sumatera gitu ya, kemudian di Jawa bagian Barat, Jawa Tengah, ada juga ruas Solo-Jogja, ada juga di Jawa Timur, bahkan ada juga yang di Sulawesi,” tegasnya.

“Artinya kebutuhan KPK untuk memeriksa saksi BKS untuk menerangkan terkait dengan pelaksanaan ataupun plotting pekerjaan di sejumlah lokasi tersebut karena kapasitas yang bersangkutan adalah manager pada saat itu,” tandasnya.

Secara terpisah, seperti Juru Bicara KPK Budi, Tri Hartanto, kuasa hukum Budi Karya mengatakan, kliennya telah memenuhi panggilan KPK. Pemeriksaan di Semarang itu, kata Tri, pihaknya hadir di sana sesuai dengan undangan dari KPK.

Kami (sudah, red) memenuhi panggilan tersebut,” tegasnya kepada wartawan secara terpisah.

Sebagai informasi, kasus hukum di DJKA tersebut, tempat kejadian perkara pertamanya berada di Jawa Tengah. Sebelumnya, KPK mengkonfirmasi penyidik membutuhkan keterangan Budi Karya Sumadi sebagai eks Menhub dalam kasus korupsi DJKA.

Hal ini merujuk pada potensi pengetahuan Budi terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jalur kereta api dari Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi yang menjadi obyek bancakan koruptor.

Meski demikian, dalam proses penyidikan, nama Budi Karya Sumadi memang sering mencuat dalam kesaksian hingga pengadilan.