“Kami berangsur-angsur menyiapkan SPPG yang terdampak dan sempat berhenti operasional karena bencana banjir. Namun, bersamaan dengan itu, kami juga tetap berusaha memproduksi MBG di SPPG-SPPG yang dapat beroperasi untuk masyarakat terdampak yang belum bisa beraktivitas seperti sedia kala,” ungkap Mustafa.

Dia menambahkan bahwa titik yang beroperasi normal mengalami peningkatan dari 180 SPPG menjadi 185 SPPG. Selain itu, di Aceh Besar seluruh SPPG telah pulih dan beroperasi secara normal.

Selanjutnya, 32.657 porsi juga telah dibagikan ke masyarakat terdampak di Langkat, Sibolga dan Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara. Titik yang mengalami pengalihan stabil dengan jumlah 13 SPPG, namun porsi yang disalurkan mengalami lonjakan hampir dua kali lipat.

Melihat perkembangan yang terjadi, Khairul Hidayati selaku Kepala Biro Hukum dan Humas BGN menyampaikan apresiasinya.

“Kami tidak henti menyampaikan terima kasih kepada seluruh SPPI dan petugas SPPG yang sudah bekerja luar biasa dalam melayani masyarakat, terutama yang terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh. Kerja keras teman-teman semua sangat berarti sebagai bentuk kehadiran BGN dan negara untuk turut serta memulihkan kondisi pasca bencana,” ujar Hida