Selain untuk memantau kemacetan, teknologi drone juga difungsikan untuk mendukung penegakan hukum melalui tilang elektronik berbasis udara. Integrasi data antara kamera pengawas (CCTV) dan drone di pusat kendali JMTC diharapkan dapat mempercepat respons petugas lapangan dalam melakukan rekayasa lalu lintas maupun evakuasi saat terjadi insiden.

Dudy juga mengingatkan prinsip “one is too many” sebagai komitmen pemerintah dalam menekan angka fatalitas. Penguatan pengawasan dan perlindungan pengguna jalan terus ditingkatkan untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

“Sistem yang ada saat ini diusahakan untuk meminimalkan dampak di lapangan. Kami juga telah meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk kembali mengumpulkan operator bus agar mengingatkan ulang standar keselamatan moda darat,” tegas Dudy.

Terkait pengaturan arus lalu lintas, pemerintah telah menyiapkan skema contraflow dan one way secara terukur. Dudy juga memutuskan pelarangan operasional truk sumbu tiga di jalan tol selama masa angkutan Nataru guna menjamin kelancaran arus kendaraan pribadi dan bus.

Dudy mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi lalu lintas terkini dan prakiraan cuaca dari BMKG sebelum berangkat. Masyarakat diminta memastikan kondisi fisik yang prima dan kelayakan kendaraan untuk mendukung perjalanan yang aman dan nyaman.