Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung adanya pihak-pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari kekayaan alam dan sumber daya negara untuk kepentingan pribadi. Ia menilai praktik semacam itu tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat kesejahteraan rakyat.
Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan sumber daya nasional dimanfaatkan secara tidak adil oleh segelintir pihak.
Menurutnya, upaya untuk membawa kekayaan bangsa ke luar negeri demi kepentingan pribadi merupakan tindakan yang merugikan masa depan Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kelompok yang ingin mempertahankan kondisi ketimpangan tersebut.
“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” tegas Presiden.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas karena disampaikan dalam momentum keagamaan yang sarat dengan pesan moral dan refleksi spiritual. Peringatan Nuzulul Quran sendiri merupakan momen penting bagi umat Islam untuk mengenang turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dalam konteks tersebut, Presiden menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an juga menekankan pentingnya keadilan sosial, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prabowo juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Ia menilai bahwa dukungan masyarakat, tokoh agama, dan seluruh komponen bangsa sangat diperlukan untuk menciptakan budaya integritas yang kuat.

Tinggalkan Balasan