Ia menambahkan bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya ditentukan oleh faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi global yang sering kali berada di luar kendali pemerintah. Oleh karena itu, koordinasi antarnegara serta kerja sama internasional juga menjadi faktor penting dalam menghadapi ketidakpastian global.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga terus memperkuat berbagai instrumen kebijakan ekonomi untuk menghadapi potensi gejolak global. Langkah tersebut mencakup penguatan cadangan devisa, diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi, serta penguatan sektor industri dalam negeri.
Purbaya berharap masyarakat dapat melihat kondisi ekonomi secara lebih komprehensif dan tidak mudah terpengaruh oleh persepsi yang berkembang di media sosial.
Menurutnya, kritik dari masyarakat merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun ia menilai penting bagi publik untuk memahami bahwa pergerakan ekonomi global memiliki banyak faktor yang saling berkaitan.
“Kritik tentu boleh saja, tetapi kita juga harus melihat datanya secara menyeluruh,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kebijakan yang bertujuan mempertahankan kepercayaan pasar sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Dengan koordinasi kebijakan yang terus diperkuat, pemerintah berharap rupiah dapat tetap stabil dan perekonomian nasional mampu menghadapi berbagai tantangan global yang mungkin muncul di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan