Selain itu, Presiden juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pengusaha besar Jepang dalam forum bisnis yang difasilitasi oleh Rosan Roeslani dan Bahlil Lahadalia. Pertemuan tersebut dirancang untuk mempertemukan langsung investor dengan pemerintah Indonesia, sehingga peluang kerja sama dapat dibahas secara konkret dan terarah.
Forum bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Tokyo menjadi salah satu agenda kunci dalam kunjungan ini. Dalam forum tersebut, berbagai kesepakatan kerja sama berhasil dicapai, yang mencakup sektor energi, manufaktur, hingga pengembangan infrastruktur. Nilai komitmen investasi yang mencapai Rp380 triliun menjadi bukti nyata dari hasil pertemuan tersebut.
Presiden Prabowo dalam kesempatan itu juga mengajak para investor Jepang untuk menjalin kemitraan dengan Danantara, sebuah badan pengelola investasi strategis milik Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga kepercayaan investor dengan memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Menurut Prabowo, reputasi Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam memenuhi kewajiban keuangannya menjadi salah satu faktor penting yang meningkatkan kepercayaan investor. Ia menegaskan bahwa selama beberapa dekade, Indonesia tidak pernah gagal dalam membayar utang, sehingga memberikan jaminan stabilitas bagi para mitra internasional.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pengelolaan aset negara kini dilakukan secara lebih terintegrasi melalui Danantara. Dengan pendekatan manajemen yang profesional dan berbasis praktik terbaik, pemerintah optimistis dapat meningkatkan nilai aset negara sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa kinerja Danantara dalam satu tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Beberapa portofolio investasi bahkan mencatat peningkatan signifikan dalam pengembalian aset, yang mencerminkan potensi besar dalam pengelolaan kekayaan negara secara optimal.

Tinggalkan Balasan