Ketua World Sufi Asembly (WSA) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (8/8/2023). Pertemuan itu membahas rencananya dilaksanakannya Muktamar Sufi Internasional 2023 yang akan diadakan di Kota Pekalongan, 29-31 Agustus 2023. (Foto: Biro Pers Setpres RI)

PEKALONGAN, Eranasional.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para ulama sufi dari 60 negara akan menghadiri Multaqo Sufi Al Alamy atau Muktar Sufi Internasional 2023 di Kota Pekalongan pada 29-31 Agustus mendatang.

Kehadiran Presiden Jokowi dan puluhan ulama sufi dari berbagai negara itu di Pekalongan diundang langsung oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya selaku Ketua atau Pimpinan World Sufi Asembly (WSA), sekaligus Rais Aam Ahluth Tharigah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN).

Rencana kehadiran Presiden Jokowi ke acara Muktamar Sufi Internasional 2023 di Pekalongan itu disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto didamping Habib Luthfi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/8) kemarin.

Turut mendampingi Prabowo dan Habib Luthfi saat bertemu dengan Presiden Jokowi, beberapa pengurus WSA dan JATMAN seperti KH Ali Mas’adi selaku Naib Tshani WSA sekaligus Wakil Rois JATMAN, serta Sekjen JATMAN Dr KH Masudi Mag.

Prabowo Subianto mengatakan Muktamar Sufi Internasional 2023 ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan WSA sejak beberapa tahun lalu.

“Jadi saya tinggal melanjutkan, di mana saya mendapat kehormatan untuk diminta ikut,” kata Prabowo.

“Saya melaporkan ke Bapak Presiden bahwa akan melaksanakan Muktamar Sufi Internasional pada tanggak 29-31 Agustus 2023 di Pekalongan, yang akan dihadiri oleh para ulama sufi dari 60 negara yang tergabung dalam World Sufi Assembly,” sambungnya.

Ketua World Sufi Asembly (WSA) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (8/8/2023). Pertemuan itu membahas rencananya dilaksanakannya Muktamar Sufi Internasional 2023 yang akan diadakan di Kota Pekalongan, 29-31 Agustus 2023. (Foto: Biro Pers Setpres RI)

Kata Prabowo, adapun para peserta yang akan hadir yaitu ulama sufi, mufti, rektor universitas. Akan hadir juga Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dari Mesir dan Palestina, syekh dari Al Azhat, dan para ulama dari dalam negeri, ormas Islam dan pimpinan pondok pesantren.

Presiden Jokowi sendiri, akan membuka Muktamar Sufi Internasional 2023 ini. “Bapak Presiden berkenan akan membuka Muktamar Sufi Internasional ini pada tanggal 29 Agustus mendatang,” jelas Prabowo.

Tema Muktamar Sufi Internasional

Lanjut Prabowo Subianto, Muktamar Sufi Internasional 2023 mengangkat tema ‘Karya Sufi Kontemporer dalam Dunia yang Dinamis’, dan akan membahas empat bidang, yaitu pendidikan sufi dan pengaruhnya terhadap penyucian jiwa. Tema kedua, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Sementara tema ketiga dan keempat yaitu industri media dan opini publik, dan pentingnya tasawuf dalam membangun manusia dan mengembangkan peradaban.

Prabowo menambahkan, berdasar pengarahan Presiden Jokowi, Kemenhan bersama panitia akan melaksanakan koordinasi dan kerja sama dengan kementerian-kementerian lainnya demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan Muktamar Sufi Internasional ini.

“Kementerian Luar Negeri (Kemenglu) terutama, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan lainnya, untuk lancarnya penyelenggaraan muktamar internasional ini,” imbuh Prabowo Subianto.

Untuk diketahui, sebenarnya pelaksanaan Muktamar Sufi Internasional 2023 ini digelar pada 23-25 Juli 2023. Namun karena beberapa pertimbangan diundur.

Muktamar Sufi Internasional 2023 ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Pertama digelar pada 2019. Salah satu hasilnya menetapkan Habib Luthfi bin Yahya sebagai Ketua Forum Sufi Dunia, atau yang kini berubah nama menjadi Majelis Sufi Dunia atau World Sufi Assembly(em-aha)