Jakarta, ERANASIONAL.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perekonomian akan tumbuh 5,6-5,7 persen pada kuartal IV 2025. Purbaya pun optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen tahun depan.

Purbaya tetap mendorong perekonomian Indonesia terus tumbuh pada kuartal IV 2025. Namun, ia memastikan dorongan itu tak akan membuat Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tekor.

“Bendahara negara itu menjamin defisit anggaran pada APBN 2025 tidak akan melebihi batas 3 persen. Defisitnya masih aman di bawah 3 persen, enggak usah takut saya langgar prinsip kehati-hatian pengelolaan fiskal, kata Purbaya di Jakarta, Minggu (16/11).

Per 30 September 2025, defist APBN menyentuh Rp371,5 triliun atau 1,56 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menetapkan defisit pada APBN 2025 di angka Rp 662 triliun atau 2,78 persen PDB.

Untuk tahun depan, pemerintah telah menetapkan defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen.

Pada kesempatan itu, Purbaya mengatakan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah saat ini untuk membuat APBN tekor. Ia mencontohkan fluktuasi Rp200 triliun duit pemerintah dari Bank Indonesia (BI) ke lima bank Himbara.

“Saya keluarin Rp200 triliun ke perbankan, itu juga enggak ada uang vvaru, uang itu dipindahkan aja ke bank, masih punya saya (pemerintah). Ekonomi Indonesia mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir,” tandas Purbaya.